Berita Utama

Presiden:

Sistem Peringatan Dini Tsunami, Wujud Kemajuan dan Kesiap-siagaan Indonesia

Presiden SBY meresmikan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia, di Gedung BMKG, Jakarta Pusat, hari Selasa (11/11) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY meresmikan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia, di Gedung BMKG, Jakarta Pusat, hari Selasa (11/11) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Keberadaan Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia merupakan wujud kemajuan dan kesiap-siagaan kita dalam upaya mengurangi dampak bahaya gempa bumi dan tsunami yang dapat timbul kapan dan dimana saja. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan peluncuran Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia di Gedung BMKG Kemayoran, Selasa (11/11) pagi.

"Indonesia berada pada pertemuan tiga patahan, Eurosia, Indo-Australia dan Pasific. Pertemuan ketiga patahan itu saling bergerak mendekat melengkapi potensi kebencanaan. Di laut, pergerakan lempeng ini berpotensi menimbulkan tsunami. Berbagai bencana yang kita alami, menyadarkan kita untuk sungguh berhati-hati dan selalu meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Kita bersyukur bahwa kita telah memiliki Undang-undang No.24 Tahun 2007 yang mengatur secara rinci penanggulangan bencana alam," SBY menjelaskan.

Sesuai dengan amanat UU itu, pemerintah terus mengembangkan teknologi, mengembangkan alat dan peralatan, mengembangkan sistem dan tata cara organisasi untuk menghadapi beragam bencana alam. "Apa yang dilakukan pemerintah akan sia-sia jika tidak didukung Sistem Peringatan Dini yang dapat memberi peringatan dalam waktu yang cepat, secara tepat," tambahnya.

"Alhamdulillah, saat ini informasi gempa dan potensi tsunami sudah dapat diseminasikan dalam waktu lima menit. Kita telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam pembangunan sistem ini. Jika pembangunan Sistem Peringatan Dini di negara lain memerlukan waktu 50 tahun agar bisa memproses informasi gempa dalam waktu dua menit, pembangunan sistem yang serupa di tanah air dapat dibangun dengan waktu yang lebih cepat dengan capaian lima menit," ujar SBY.

Presiden SBY mengingatkan bahwa Sistem Peringatan Dini yang beroperasi selama 24 jam terus menerus memerlukan pemeliharaan yang intensif. "Saya meminta kepada seluruh pihak terkait untuk memberikan perhatian pada dua hal penting. Pertama, pemeliharaan yang sebaik-baiknya dari seluruh fasilitas. Berikan perawatan yang sebaik-baiknya terhadap sensor-sensor gempa, fasilitas prosesing, sistem komunikasi dan sistem diseminasi warningnya. Kedua, lakukan pemeliharaan yang sebaik-baiknya kepada sistem back-up untuk mengantisipasi sistem utamanya tiba-tiba tidak bekerja," tegas SBY. (osa)