Berita Utama

"Mangga... Silahkan Mencoba..."

Presiden SBY dan Ibu Ani  mencicipi mie instant berbahan singkong, sagu dan tepung terigu, pada  pameran dan bazaar Ketahanan Pangan Keluarga di Balai Kartini, Jakarta Kamis (13/11) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani mencicipi mie instant berbahan singkong, sagu dan tepung terigu, pada pameran dan bazaar Ketahanan Pangan Keluarga di Balai Kartini, Jakarta Kamis (13/11) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Mangga ...silahkan mencoba... nanti keburu dingin. Bagaimana rasanya ? Enak kan? Kalau saya sudah coba satu, dua kali, " kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, usai mencicipi mie instant berbahan singkong, sagu dan tepung terigu, hasil pengembangan Ibu-Ibu SIKIB dan Departemen Pertanian. Promosi SBY ini dilakukan saat meninjau ketika meninjau pameran dan bazaar Ketahanan Pangan Keluarga di Balai Kartini, Jakarta Kamis (13/11) pagi.

“Saya hanya ingin katakan, kalau ini kita kembangkan akan menggerakkan ekonomi lokal dan menggerakkan ekonomi rakyat. Kita tidak tergantung pada impor, dan kemudian harganya saya tanya tadi berapa? Itu bisa lebih murah 25 hingga 30 persen. Nah, kalau itu terjadi dan itu opportunity, saya minta dan mengajak rakyat di seluruh Indonesia mari kita kembangkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden SBY didampingi dan beberapa menteri yang turut mencicipi mie instant paduan singkong, sagu dan terigu.

“Pengembangan ini perlu kita tunjukkan kepada rakyat Indonesia. Ternyata kalau ini kita kembangkan mie instant, bakso atau makanan yang sejenis, maka ketergantungan kita secara berlebihan pada impor akan berkurang. Meskipun masih mengimpor tepung terigu, tetapi bisa dicampur dengan kasapa atau singkong, sagu, sukun, dengan variasi-variasi. Saya rasakan sendiri, silahkan menconba sendiri. Rasanya tidak kalah enaknya, bahkan ketika saya coba tadi kasapa, sagu dan tepung terigu, lebih kenyang. Coba silahkan rasakan sendiri,” ujar SBY lagi.

Presiden SBY tak lupa menyampaikan terimah kasih dan penghargaannya kepada kaum perempuan yang dimotori oleh SIKIB dan organisasi perempuan lain serta Departemen Pertanian dan dunia usaha, yang mengembangkan bahan makanan yang merupakan paduan dari tepung terigu dengan kasapa (singkong), sagu dan sukun. (win)