Berita Utama

Enam Partai Telah Berkoalisi, Termasuk Golkar

Presiden terpilih SBY dalam acara silaturahmi dengan wartawan, di kediaman Puri Cikeas, Kabupaten. Bogor, Jawa Barat, hari Rabu (14/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden terpilih SBY dalam acara silaturahmi dengan wartawan, di kediaman Puri Cikeas, Kabupaten. Bogor, Jawa Barat, hari Rabu (14/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Bogor: Sampai saat ini ada enam partai politik yang berkoalisi, diantaranya adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar serta Partai Demokrat, kata presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (14/10) malam, di Kediaman Puri Cikeas Indah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam acara silaturrahmi dengan para wartawan.

Ditambahkan, pada awalnya ada lima partai yang berjuang bersama-sama, yaitu PKB, PPP, PAN, PKS dan Partai Demokrat. "Dengan telah dilaksanakannya Munas Golkar di Pekanbaru beberapa hari yang lalu dan memang diwaktu yang lalu, kalau saudara melihat prosesnya, ada keinginan keluarga besar Golkar untuk berkoalisi paling tidak dengan Partai Demokrat, maka Ketua Umum Golkar telah menyampaikan kepada saya, ke depan ini ingin menjadi bagian dari pemerintahan dan juga ingin menggalang kebersamaan di parlemen. Dengan demikian juga menjadi bagian dari koalisi, tentu ada aturan yang saya bangun sendiri agar lebih adil dibandingkan dengan partai-partai politik lain yang berkoalisi sejak awal," jelas SBY.

Namun, SBY juga menghormati posisi PDI Perjuangan, Gerindra dan Hanura, yang tidak memilih berkoalisi dengan keenam partai tersebut. "Yang jelas, ketiga pimpinan atau ketua umum partai politik itu hingga malam ini belum menyatakan kepada saya selaku presiden terpilih untuk keinginan bersama-sama dalam pemerintahan maupun parlemen," paparnya. SBY selalu menghormati pilihan sikap atau kebijakan dari partai-partai politik lainnya. "Jadi kalau pimpinan PDI Perjuangan memilih tidak berkoalisi dengan pemerintah, tentu saya benar-benar menghormati pilihan itu," jelas SBY.

"Tentang terpilihnya Bapak Taufik Kiemas sebagai ketua MPR RI, karena ini bagian dari transparansi. Memang ada kesepakatan antara Partai Demokrat dengan PDIP untuk menjalin kerja sama di MPR, jadi kerja sama antar Fraksi Demokrat dan PDIP sampai di situ," jelas SBY. (mit/win)