Berita Utama

Kesibukan di Tanah Air Akibatkan Presiden Terlambat Sehari Hadiri KTT ASEAN

Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan di  Hotel Grand Pacific, Hua Hin, Thailand, hari Minggu (25/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan di Hotel Grand Pacific, Hua Hin, Thailand, hari Minggu (25/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Hua Hin: Padatnya kegiatan dalam negeri yang harus segera diselesaikan, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpaksa terlambat sehari menghadiri KTT ke 15 ASEAN, di Hua Hin, Thailand. “Berbeda dengan kegiatan yang saya ikuti selama lima tahun terakhir seperti ASEAN Sumit dan KTT-KTT lainnya, saya bisa hadir penuh. Bahkan sejak dari tanah air, saya selalu mengajak anggota delegasi untuk memahami isu yang berkembang, kepentingan kita, posisi Indonesia dan apa yang akan kita lakukan dalam kegiatan summit itu, dan tiap hari juga saya adakan review sampai terakhir," kata Presiden SBY dalam konferensi pers di Hotel Grand Pacific, Hua Hin, Thailand, hari Minggu (25/10) malam.

"Namun kali ini tidak memungkinkan, karena kegiatan dan dinamika yang ada di tanah air. Saudara sendiri tahu, tanggal 23 ketika KTT ASEAN di Hua Hin ini dibuka, saya masih memimpin sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu II yang tentu sangat penting. Satu hari sebelumnya saya melantik menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan sejumlah kegiatan lain, sehingga saya dan rombongan datang pada tanggal 24, yang itu sesungguhnya kegiatan sudah lebih dari separuh rangkaian kegiatan KTT ASEAN,” kata SBY.

"Namun demikian Indonesia sejak awal tetap terlibat dan menjadi bagian dari KTT ini. Jadi manakala saya belum bisa hadir, menteri pun belun bisa hadir, maka Sekjen Deplu Imron Cotan mewakili pemerintah Indonesia, dan kemudian tanggal 23 malam hari, pada working dinner saya diwakili Menlu Marty Natalegawa, dan pada tanggal 24 sore saya hadir, dan sudah pada acara ASEAN Plus Three Summit hingga pada penutupan KTT ASEAN hari ini ,” jelas SBY. (win/nas)