Berita Utama
Kamis, 29 Oktober 2009, 15:17:01 WIB
PM Inggris Sampaikan Selamat pada SBY
Jakarta: Hari Rabu (28/10) malam sekitar pukul 21.45 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima telepon dari Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown. Diawal pembicaraannya PM Brown mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Yudhoyono dalam term yang kedua. “PM Brown juga mengucapkan selamat atas inaugurasi Presiden SBY pada tanggal 20 Oktober 2009 lalu,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Kamis (29/10) siang.PM Gordon Brown mengucapkan apresiasi terhadap demokrasi Indonesia yang semakin berkembang pesat dan menjadi tauladan bagi demokrasi negara lain, serta peran Indonesia yang konstruktif sebagai anggota dari G-20. “Presiden SBY mengucapkan terimakasih atas apresiasi tersebut. PM Gordon Brown juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Presiden SBY baik di dalam negeri maupun di dunia internasional,” lanjut Dino.
Masalah kedua yang dibahas kedua pemimpin adalah mengenai isu perubahan iklim. “PM Gordon Brown memuji kebijakan Indonesia yang menyatakan telah menetapkan target menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen untuk tahun 2020. Ini memang suatu hal yang banyak disorot orang karena, menurut PM Gordon Brown, ini merupakan target yang berani. Sementara yang lain masih berwacana dan menjaga jarak, Indonesia sudah berani menetapkan target,” seru SBY.
Ini memang merupakan janji dari Presiden SBY bahwa negara maju harus menjadi pemimpin, tetapi negara berkembang juga harus berusaha lebih. “Jadi bukan kita, negara berkembang saja yang meminta negara maju untuk memimpin pengurangan gas rumah kaca, tapi negara berkembang juga harus berbuat lebih,” Dino menjelaskan.
Presiden SBY tidak hanya berucap, tapi menetapkan target yang merupakan target tinggi bila dibandingkan dengan negara lain. “Hal ini sangat dihargai PM Gordon Brown. Sebagaimana diketahui, tentu target upper ceiling adalah 41 persen, tapi ini masih tergantung, karena masih belum ada komitmen secara global mengenai hal ini. Tapi Presiden mengatakan Indonesia bisa naik ke 41 persen apabila negara lain juga menyambut gayung,” tegas Dino. Memang Presiden SBY ingin mencerminkan kepemimpinan Indonesia dalam hal thinking outside the box untuk mencapai target-target perubahan iklim itu.
“Keduanya juga membahas mengenai kerja sama kehutanan. Inggris sangat aktif di bidang kehutanan, termasuk juga Pangeran Charles yang mempunyai banyak proyek untuk membantu negara-negara berkembang mengembangkankan hutan mereka. Memang kunci dari perubahan iklim global itu bukan hanya menurunkan emisi dari industri, tapi menambah daya serap dari hutan,” tambahnya.
Hutan Indonesia mempunya posisi yang sangat strategis dalam politik perubahan iklim global ini. Inggris berjanji untuk semakin memperhatikan aspek financing terhadap negara berkembang dalam rangka pemeliharaan hutan yang mempunyai posisi yang sangat strategis. “Kita lihat saja nanti bagaimana proses kelanjutannya,” ujar Dino kepada wartawan.
“Antara kedua pemimpin tadi malam juga sepakat bahwa menjelang Copenhagen enam minggu lagi, akan ada koordinasi yang erat karena Inggris adalah negara yang termasuk negara paling progresif dan ambisius dalam masalah perubahan iklim. Akan ada koordinasi yang lebih erat mengenai sharing coordination dan koordinasi posisi menjelang Coppenhagen,” kata Dino. (osa)



