Berita Utama

Penganugerahaan Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan RI

Presiden SBY menyerahkan Tanda Kehormatan di Istana Negara, hari Senin (9/11) pagi. (foto: edityawarman/presidensby.info)
Presiden SBY menyerahkan Tanda Kehormatan di Istana Negara, hari Senin (9/11) pagi. (foto: edityawarman/presidensby.info)
Jakarta: Menyambut peringatan Hari Pahlawan, hari Senin (9/11) pagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara menganugerahkan 13 Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia. Surat Keputusan Presiden RI dibacakan Sekretaris Militer, Mayjen TNI Budiman selaku Sekretaris Jenderal Dewan Tanda-tanda Kehormatan RI. Sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa, yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 058/TK/Tahun 2009, Presiden SBY menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada tiga orang putra terbaik bangsa yaitu:

1. Almarhum Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie), pejuang dari Sulawesi Utara.
2. Almarhum Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, pejuang dari Nusa Tenggara Timur.
3. Almarhum Prof. Mr. Achmad Subardjo, pejuang asal DKI Jakarta.

Sementara itu, untuk menghargai jasa-jasanya yang luar biasa terhadap nusa dan bangsa Indonesia di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dan negara, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 059/TK/Tahun 2009, Presiden SBY menganugerahkan Tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada lima orang putra terbaik bangsa yaitu:

1. Almarhum K.H. Ahmad Sanusi dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana, pejuang asal Jawa Barat.
2. Almarhum Mr. Sutan Muhammad Amin (Kroeng Raba Nasution) dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana, pejuang asal Sumatera Utara.
3. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana, pejuang asal Nusa Tenggara Barat.
4. Almarhum Sri Susuhunan Pakubuwono X dianugerahi Bintang Mahaputera Adiparadana, pejuang asal Jawa Tengah.
5. Almarhum Ir. Herudi Kartowosastro, mantan Kepala Badan Standarisasi Nasional dan mantan Kepala Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi TMII, dianugerahi Bintang Mahaputera Nararya.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 060/TK/Tahun 2009, Presiden SBY menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara kepada:
1. Almarhum Gortap Sitompul, pengusaha percetakan
2. Almarhum Frans Mendur, pejuang perintis photo jurnalistik masa revolusi.
3. Almarhum Alex Mendur, pejuang perintis photo jurnalistik masa revolusi.

Presiden SBY menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 061/TK/Tahun 2009 atas jasa-jasanya yang besar dalam meningkatkan, memajukan, dan membina kebudayaan bangsa dan negara kepada:
1. Almarhum H. Usmar Ismail, seniman, penyair, dramawan, wartawan, sutradara, dan produser film.
2. Almarhum Dr. RM. Saptohoedojo, seniman lukis dan budayawan.

Sebelum menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan RI, Presiden SBY memimpin mengheningkan cipta. “Marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan kusuma bangsa, dengan iringan doa semoga arwah pada suhadat diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata SBY. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Menko Polhukkam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendag Mari E. Pangestu, dan Menhukham Patrialis Akbar. (osa)