Berita Utama
Senin, 4 Januari 2010, 11:10:17 WIB
Presiden: Perdagangan Saham Lebih Optimis
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada pada pembukaan perdagangan saham perdana 2010, di BEI Tower hari Senin (4/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
"Pilihan kita tidak keliru, kebijakan yang tepat kita lakukan. Pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata 6 persen di tahun 2009, dan tingkat pengangguran menurun dari 10 persen menjadi 8 persen, tentu angka yang tidak buruk. Kemudian pengurangan kemiskinan terjadi dari 16,7 persen ke 14,2 persen yang tentu harus kita turunkan lagi, dan Debt to GDP Ratio turun 56 persen ke 30 persen," kata Presiden SBY dalam sambutannya.
Menurut Presiden, cadangan devisa Indonesia mencapai Rp. 65 miliar. "Indonesia seharusnya memiliki Rp. 100 miliar. Itu yang harus kita capai. Dengan magnitude perdagangan dan perekonomian, tentu itu lebih pantas. Itulah pekerjaan rumah pmerintah," tambahnya. Saat ini, lanjut SBY, kondisi perekonomian di Indonesia relatif stabil. "Kondisi politik juga relatif stabil, kohesi sosial relatif baik, keamanan terjaga jauh lebih baik, hukum makin tegak, kampanye anti korupsi mulai membuahkan hasil, pemerintahan desentralisasi mulai lebih tertata, dan kerjasama luar negeri semakin konkrit. Ada strategic environment yang kondusif. Kalau pembangunan ekonomi ingin berhasil, harus dipastikan ada lingkungan dalam negeri yang mendukung," jelasnya.
Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi yang positif bisa didukung lewat sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain faktor domestik, hubungan baik dengan negara lain juga menyumbang pertumbuhan yang positif.
Pada pembukaan perdagangan perdana tahun 2010 ini hadir pula Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kepala Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan Fuad Rahmany, Direktur Utama BEI Ito Warsito, serta para pelaku pasar modal dan direksi perusahaan publik. (mit)



