Berita Utama
Jumat, 8 Januari 2010, 11:00:12 WIB
Dicanangkan, Gerakan Nasional Wakaf Uang
Presiden: Kita Memiliki Alternatif Pilihan Dalam Menunaikan Wakaf
Presdien SBY menyerahkan wakaf uang kepada Ketua Badan Wakaf Indonesia, Tolchah Hassan, di Istana Negara, hari Jumat (8/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Untuk menyukseskan gerakan ini, Badan Wakaf Indonesia mengajak lima bank syariah, masing-masing Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, Bank Muamalat Syariah, Bank DKI Syariah, dan Bank Mega Syariah Indonesia. Wakaf uang itu akan dikelola secara produktif dan digunakan untuk sarana dan kegiatan pendidikan, kesehatan, bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar, yatim piatu, bea siswa, serta kemajuan dan peningkatan ekonomi umat.Juga unntuk kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan
Pencanangan Gerakan Nasional Wakaf Uang, menurut Presiden SBY merupakan perluasan pemahaman terhadap wakaf. "Tentu saja, dengan bergulirnya wakaf uang, tidak berarti wakaf tanah dan bangunan menjadi terhenti. Kita justru memiliki alternatif pilihan dalam menunaikan wakaf. Dengan adanya perluasan atas tafsir wakaf berupa uang, maka terbuka kesempatan yang lebih luas bagi kaum muslimin untuk mewakafkan hartanya, berapapun nilai yang akan diwakafkan," jelas SBY.
Sifat dasar wakaf uang, tentu juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan instrumen keuangan lainnya. "Wakaf uang dapat dijadikan salah satu andalan dalam pengembangan ekonomi umat kedepan. Saya berharap, wakaf uang dapat dikelola dan dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Pengelolaan dan pengembangan wakaf uang juga harus dapat disinergikan dengan kekuatan zakat, infaq dan sodaqoh, agar dampak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat betul-betul dirasakan. Dalam posisi itu, wakaf uang menjadi salah satu penopang penting dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional," jelas SBY lebih lanjut
Presiden SBY minta Badan Wakaf Indonesia untuk mendayagunakan wakaf uang secara produktif. "Lakukan pengelolaan melalui investasi produk-produk syariah dan instrumen keuangan syariah, baik di sektor riil maupun finansial. Hasilnya juga harus digunakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan," kata SBY.
Presiden SBY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan pengelolaan dan pemberdayaan wakaf. "Sosialisasikan bentuk wakaf, selain wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak, juga wakaf dalam bentuk uang yang kita canangkan pada hari ini, agar kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air dapat memahami dan menerima gerakan yang mulia ini," ajaknya. (mit)



