Berita Utama

SBY Akan Hadiri Pengukuhan Pengurus KAHMI

Presiden SBY hari Senin (11/1) siang  menerima Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) masa bakti 2009-2012 di kantor kepresidenan.(foto:rusman/presidensby.info)
Presiden SBY hari Senin (11/1) siang menerima Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) masa bakti 2009-2012 di kantor kepresidenan.(foto:rusman/presidensby.info)
Jakarta: Hari Senin (11/1) siang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) masa bakti 2009-2012 di Kantor Presiden. Ketua Harian KAHMI, Abidinsyah Siregar usai diterima Presiden SBY menjelaskan bahwa maksud kedatangan KAHMI adalah untuk bersilaturahmi dan mengundang Presiden SBY untuk hadir dalam pengukuhan kepengurusan KAHMI yang baru.

“Tadi kami melaporkan bahwa KAHMI yang tadinya di tingkat nasional ada dua, telah bersatu dalam satu deklarasi , telah melakukan munas bersama dan Insya Allah pada tanggal 20 Januari 2010 akan melaksanakan pengukuhan kepengurusan. Acaranya akan dilaksanakan di Ballroom Flores, Hotel Borobudur Jakarta, pukul 19.00 WIB. Berkenaan dengan itu kami telah meminta kepada Bapak Presiden untuk berkenan hadir dan beliau menyatakan kesediaan untuk hadir langsung dalam acara pengukuhan dan berkenan nantinya untuk memberikan sambutan,” kata Abidinsyah.

Kepada wartawan, Abidinsyah menjelaskan bahwa sebelumnya KAHMI juga telah beraudiensi dengan Ketua MPR-RI Taufik Kiemas. “Beliau juga berkenan hadir dan memberikan sambutan selamat nantinya. Nanti di sana KAHMI akan menyampaikan pandangan termasuk pemikiran-pemikiran yang startegis, bersifat nasional demi kepentingan nasional kita kedepan dan kita berharap Bapak Presiden akan memberikan amanat dan respon terhadap pemikiran KAHMI tersebut. Tema dari acara pengukuhan itu adalah KAHMI Untuk Kemajuan Indonesia,” Abidinsyah menjelaskan.

“Presiden SBY juga menyampaikan banyak hal yang bermanfaat, yang mendorong KAHMI untuk tetap menjaga sikap kritis, independen, dan terus memberikan pemikiran-pemikiran kritik konstruktif bagi pemerintah dimanapun, pada level apapun. Bagi Presiden, hal seperti ini sangat dibutuhkan terutama dalam membangun negara yang besar dengan kekayaan yang luar biasa, tantangan yang banyak tetapi punyak tekad untuk maju dan bersaing di dunia global,” tambahnya.

Pimpinan Kolektif KAHMI, Viva Yoga Mauladi menambahkan bahwa Presiden SBY akan semaksimal mungkin meningkatkan kualitas demokrasi dengan pembangunan demokrasi yang saat ini sedang berjalan. “Memang beberapa hal ada yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu dalam empat tahun kedepan akan semaksimal mungkin, Presiden dengan seluruh jajaran pemerintahannya akan terus untuk berupaya untuk meningkatkan kualitas demokrasi demi masa depan bangsa,” ujar Yoga.

“Dalam kerangka itu, proses demokrasi di Indonesia, disamping mengembangkan kebebasan dalam berserikat dan berkumpul, juga harus memperhatikan rule of law yang harus dibangun sebagai prinsip dari nilai-nilai dasar yang ada dalam pembangunan demokrasi. Untuk itu yang diamanahkan oleh Presiden tadi, proses demokrasi itu haruslah tetap mengedepankan etika dan moral, tetap mengedepankan sikap kritis dalam kerangka pembangunan nasional,” Yoga menerangkan. “Soal perbedaan identitas karena masyarakat yang plural itu, jangan digunakan sebagai pembeda karena dengan identitas yang beragam ini justru menjadi perekat sebagai bangsa yang ber-Bhineka Tungga Ika,” lanjutnya,

Selain Abidinsyah Siregar dan Viva Yoga Mauladi, Pimpinan Kolektif KAHMI lain yang diterima Presiden SBY antara lain, Anas Urbaningrum, Tamsil Linrung, Ketua Humas Infokom Alfan Alfian, dan Ketua Periodik Presidium Ilham Noer Putri Hatta. Sementara Presiden SBY didampingi Mensesneg Sudi Silalahi, Menegpora Andi Mallarangeng, dan Seskab Dipo Alam. (osa)