Berita Utama

Di Marunda, Presiden Serahkan 1,5 Juta Sertifikat Tanah kepada Masyarakat

Presiden SBY dialog dengan petugas BPN usai meresmikan beberapa program BPN,  di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, hari Jumat (15/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dialog dengan petugas BPN usai meresmikan beberapa program BPN, di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, hari Jumat (15/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono pada hari Jumat (15/1) pagi meresmikan Program-program Strategis Pertanahan Untuk Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat, di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Selain itu, Presiden SBY juga meluncurkan Kapal motor Larasita untuk 150 Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dan pengoperasian Sistem Kantor Pertanahan Online 274 Kabupaten/Kota.

Tampak hadir mendampingi Presiden SBY antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Perhutanan Zulkifli Hasan , Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Ketua MPR RI Taufik Kiemas dan dua Juru Bicara Presiden Julian A. Pasha dan Dino Patti Djalal, serta Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto.

Di dalam acara peresmian tersebut secara simbolik juga diserahkan 1.533.277 sertifikat tanah kepada masyarakat secara dari kegiatan legalisasi aset antara lain Prona, Redistribusi TOL, Konsolidasi Tanah, Tanah Petani, Nelayan, Perkebunan dan Transmigrasi. Penyerahan dilakukan Presiden SBY kepada 9 wakil penduduk Indonesia. Juga diserahkan ID Card PPAT yang terintegrasi secara Nasional, penyaluran dana bergulir kepada koperasi jasa keuangan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kelurahan.

Dalam sambutannya, Presiden SBY menegaskan komitmen pemerintah dalam menertibkan tanah terlantar. "Insya Allah segera dikeluarkan Peraturan Pemerintah, sebagai bagian dari program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. Dengan Peraturan Pemerintah tersebut, tanah terlantar akan ditertibkan," ujar Presiden SBY.

Kepada masyarakat luas, Presiden SBY berpesan untuk mendukung pemerintah dalam membangun proyek infrastruktur. "Saya berharap kepada masyarakat luas, kalau memang ada proyek infrastruktur pemerintah yang betul-betul untuk kepentingan masyarakat luas dan kepentingan ekonomi, saya minta kerja samanya yang baik. Jangan sampai terhambat gara-gara ada keluarga yang tidak bekerja sama dengan mematok harga yang sangat tinggi yang tidak masuk akal. Akhirnya semua tidak bisa dikerjakan. Dengan catatan, penggantiannya harus baik, rakyat jangan dirugikan. Kalau penggantiannya baik, rakyat tidak dirugikan, harganya bagus, bisa menambah kesejahteraan. Kalau ada yang menghambat, tolong diberitahu, jangan merugikan yang lain, begitu azas kekeluargaan yang menjadi warisan pendahulu kita," pesan SBY.

Presiden SBY juga berpesan agar masyarakat mewaspadai calo-calo tanah. "Calo tanah seolah-olah menolong rakyat, padahal mereka menolong dirinya sendiri. Kalau ada proyek macet, calo tanah bergentayangan. Rakyat rugi, negara rugi, calo-calo tanah menumpuk rejeki yang berlebihan. Jangan tergoda, jangan mudah diperdaya oleh calo-calo tanah," tegas SBY.

Usai meresmikan program tersebut, Presiden SBY, Ibu Negara dan rombongan meninjau Program-program Strategis Pertanahan Untuk Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat, diantaranya adalah Kapal Motor Larasita dan melihat Kantor Pertanahan Online. Kapal Motor Larasita adalah kantor pertanahan yang bergerak di atas kapal motor, diperuntukkan daerah Kepulauan Seribu. Sementara Kantor Pertanahan Online adalah kantor yang sistem administrasinya terhubung secara online dengan kantor wilayah BPN pusat, termasuk dengan Larasita dalam menjalankan tugasnya dalam memberikan layanan pertanahan kepada masyarakat. (mit)