Berita Utama
Senin, 18 Januari 2010, 18:02:46 WIB
Dialog dengan Petani di Desa Karangwetan
Presiden SBY menyerahkan bantuan kepada masyarakat meresmikan beberapa proyek infrastruktur di Jawa Timur, di Terminal Tirtonegoro, Ngawi, Jatim, hari Senin (18/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Dalam dialog dengan Presiden, para petani mengajukan beberapa pertanyaan dan juga menyampaikan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Ada petani yang minta agar penyuluh yang masih berstatus honorer diangkat menjadi PNS karena banyak petugas yang akan pensiun.
Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden SBY mengungkapkan bahwa pemerintah akan berusaha mengangkat petugas penyuluh honorer menjadi PNS, namun harus sesuai dengan proporsi kebutuhan penerimaan PNS. "Pada periode pemerintahan saya lima tahun lalu sudah diangkat satu juta lebih tenaga honorer. Ke depan, akan kita angkat juga tenaga honorer," ujar SBY.
Winarto, petani dari kelompok yang lain mengeluhkan harga gabah yang selalu tidak menentu, dan berharap pemerintah bisa membantu para petani untuk mengatasi hal tersebut. "Yang jelas, para petani ingin harga gabah dinaikkan, karena anggaran untuk menggarap sawah sangat tinggi di desa," jelas Winarto.
Presiden SBY pun menjelaskan bahwa apabila panen tiba dan gabah yang ditawarkan melimpah namun pembeli tidak bertambah, maka harga gabah akan turun. "Oleh karena itu, pemerintah menetapkan harga patokan pembelian untuk gabah dan beras, sehingga tidak terlalu mahal bagi para pembeli dan tidak terlalu murah bagi para petani," ujar SBY.
Presiden SBY juga mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya terhadap para petani di Desa Karangwetan yang tidak pernah putus asa dan selalu bekerja keras. Dalam kesempatan tersebut pula, Presiden SBY memberikan bantuan Rp. 25 juta untuk masing- masing kelompok tani. Bantuan tersebut pun diterima dengan penuh gembira oleh para petani. (mit)



