Berita Utama
Rabu, 20 Januari 2010, 15:30:22 WIB
SBY: Porsi Teknologi di Indonesia Semakin Besar
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Masyarakat Ilmiah di Gedung AIPI , PUSPITEK, Serpong, Tangerang, Banten, hari Rabu (20/1) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
“Makin nyata, pertumbuhan ekonomi dan daya saing sebuah bangsa sangat disumbang penguasaan teknologi. Kecenderuan ini akan terus menguat karena proses pengembangan teknologi tidak pernah berhenti. Kunci dari keunggulan Indonesia di abad ke-21 adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu penyebab bangsa kita terbelakang selama ratusan tahun adalah karena nenek moyang kita tidak mendapatkan akses terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari belahan dunia lain,” jelas SBY.
Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa adalah hasil dari suatu kerja besar yang terencana dan berkesinambungan. ”Sesungguhnya pula menjadi bagian integral yang dinamis dari sebuah peradaban. Teknologi tidak bisa dimimpikan dan didatangkan begitu saja. Untuk menjadi bangsa yang menguasai IPTEK, kita harus bisa menetapkan inovasi sebagai urat nadi kehidupan bangsa Indonesia,” SBY menerangkan.
”Kita harus bisa menjadi bangsa inovasi. Untuk mencapai kondisi seperti itu ada sejumlah hal penting yang harus kita bangun dan lakukan. Pertama, mengubah mindset. Inovasi adalah suatu semangat, suatu energi dan etos. Sistem dan lingkungan nasional kita harus bisa menghasilkan inovator-inovator yang kreatif. Ini semua akan terwujud jika kita semua benar-benar menghargai kerja keras kaum peneliti, ilmuwan, dan inventor. Mereka harus menjadi ikon masyarakat, bukan catatan pinggir. Apalagi hidup tanpa penghormatan, apresiasi dan tidak sejahtera,” tegasnya.
Presiden SBY bercita-cita agar Indonesia menjadi bagian integral dari komunitas ilmuwan dunia. “Kita berharap sebanyak mungkin ilmuwan Indonesia menghasilkan riset baik di Indonesia maupun di luar negeri. Saya ingin, ilmuwan Indonesia bahu membahu dengan ilmuwan internasional dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan umat manusia. Inilah yang akan mengantarkan kita menjadi bangsa inovasi,” ujar SBY.
”Selain didukung mindset yang tepat, inovasi memerlukan investasi dan insentif. Inovasi tidak datang dari langit, namun memerlukan inkubator di lingkungan pemerintah, universitas, perusahaan dan lain-lain. Mau tidak mau harus ada sumber daya dan dana yang cukup serta program yang berkesinambungan,” SBY menegaskan.
Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan itu. “Syukur Alhamdulillah, pada tahun 2010 APBN untuk teknologi bisa kita tingkatkan menjadi 1,9 triliun rupiah. Tentu saja jumlah ini masih harus terus kita tingkatkan. Perlu diingat, sumber daya penelitian dan pengembangan tidak hanya berasal dari APBN, tetapi harus dianggarkan oleh dunia usaha yang juga memerlukan inovasi bagi perusahaannya masing-masing,” lanjutnya.
“Faktor ketiga adalah kebijakan pemerintah dan kolaborasi. Kalau kita lihat dari bukti-bukti empiris, hampir semua inovasi teknologi merupakan hasil dari suatu kolaborasi. Apakah itu kolaborasi antar- pemerintah, antar- universitas, antar- perusahaan, antar- ilmuwan, atau kombinasi dari semuanya. Karena itulah, networking antara inkubator menjadi sangat penting. Saya mendorong ilmuwan Indonesia untuk menjalin networking dan kolaborasi yang seluas-luasnya dengan lembaga penelitian, lembaga kajian dan universitas manapun di dunia karena ini adalah kunci sukses bagi masa depan kita,” seru SBY. (osa)



