Berita Utama

SBY Hadiri Pengukuhan Pimpinan Kolektif KAHMI

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, menghadiri acara pengukuhan Pimpinan Kolektif Musyawarah Nasional (PKMN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Borobudur, Jakata, Rabu (20/1) malam. Mereka yang terpilih sebagai pimpinan kolektif KAHMI masa bakti 2009 - 2012, antara lain, Abidinsyah Siregar sebagai Ketua, Anas Urbaningrum (pimpinan kolektif), Viva Yoga Mauladi, Harry Azhae, Tamsil Linrung, dan Mubyl Handaling.

Presiden SBY menaruh harapan besar bahwa KAHMI akan tetap menjadi pelopor dalam meletakkan dasar-dasar yang penting bagi berkembangnya peradaban unggul di Indonesia. "Sebagian dari peradaban yang unggul itu, sesungguhnya telah diletakkan dasar-dasarnya oleh pendiri bangsa kita, our founding fathers. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, penghormatan terhadap kemajemukan dan toleransi, adalah contoh penting dari warisan yang ditinggalkan oleh para pendiri Republik untuk terus kita jaga dan pelihara. Kita juga memahami, bahwa penghormatan pada demokrasi dan hak asasi manusia juga menjadi bagian penting dalam pilar-pilar peradaban bangsa yang saat ini terus kita bangun dan mantapkan," ujar SBY.

Ke depan, lanjut SBY, kita menginginkan kemajuan peradaban bangsa itu tidak hanya terletak pada ikatan kepada nilai-nilai yang luhur itu, namun juga muncul dalam hadirnya kemampuan bangsa yang unggul dan dapat diandalkan. "Bangsa demikian tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan, namun juga mampu membentuk masa depannya secara aktif," Presiden menjelaskan.

Presiden berharap KAHMI terus konsisten menyuarakan perjuangan untuk menegakkan masyarakat adil dan makmur. "Dalam kiprahnyanya, KAHMI pun harus mampu menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai pihak di dalam maupun antar organisasi lain. Sebagaimana lazimnya dinamika sebuah organisasi, adanya perbedaan pendapat, pemikiran dan pandangan dalam sebuah kepengurusan, maupun arah kebijakan, merupakan hal wajar. Organisasi yang dinamis selalu ditandai dengan hadirnya pemikiran yang beragam dan kritis, di antara para anggota dan pengurusnya," ujar SBY

Walaupun demikian, menurut SBY, sangatlah penting untuk senantiasa mengelola perbedaan itu dengan arif dan bijaksana. "Hadirnya mekanisme dan praktik demokrasi untuk menyelesaikan perbedaan secara internal, serta terpeliharanya ikatan yang kuat pada nilai-nilai dasar yang membentuk kohesi organisasi, merupakan dua hal yang diharapkan tetap terjaga dalam sebuah organisasi yang besar seperti KAHMI," jelasnya.

Dalam acara tersebut juga, Presiden SBY dan Ketua MPR RI Taufik Kiemas dinobatkan menjadi anggota kehormatan KAHMI. Pin anggota kehormatan KAHMI disematkan oleh Jusuf Kalla. Seluruh tamu undangan pun memberikan tepukan tangan yang meriah ketika pin disematkan oleh Jusuf Kalla. (mit)