Berita Utama

Rapat Terbatas Bahas Stabilitas Harga Pangan

Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Boediono hari Kamis (21/1) siang di Istana Bogor memimpin rapat terbatas bersama menteri bidang perekonomian. Ratas itu membahas dua agenda utama yakni stabilitas harga pangan dan laporan perkembangan pasca AFTA.

Usai rapat, Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Pertanian Suswono mengatakan, terkait stabilitas harga pangan dari tim pemantau terdiri dari antar departemen melaporkan bahwa memang ada trend kenaikan harga-harga. "Walaupun beberapa komoditas memang ada mengalami penurunan, tapi terhadap tiga bahan pokok yakni beras, gula dan minyak goreng ada kenaikan. Bulan-bulan seperti ini, memang selalu saja ada kenaikan, namun stok beras cukup, bahkan surplus," kata Hatta Rajasa.

Untuk itu, lanjut Hatta, terhadap kenaikan ini pemerintah merespon dengan mempercepat pelaksanaan pembagian beras raskin dan akan dilaksanakan operasi pasar di beberapa tempat. Juga di DKI Jakarta akan segera dilakukan operasi pasar. "Dilaporkan juga oleh menteri pertanian bahwa dalam waktu dekat ini sudah mulai akan panen-panen raya hingga puncaknya nanti pada bulan Maret dan April. Memang biasanya Desember hingga Januari itu belum panen ," kata Hatta

"Mengenai pelaksanaan ASEAN China Free Trade Agreement sebagaimana telah disampaikan presiden, pemerintah akan melakukan pembicaraan ulang terhadap apa yang menjadi konsen kita terhadap industri-industri yang terkena dampak . "Kita akan membentuk tim, yakni tim kordinasi dengan tiga tim teknis yang bekerja terus melaksanakan tugas-tugasnya. Terutama dalam lima agenda utamanya yakni pertama, melakukan satu pantauan ketat di pelabuhan-pelabuhan utama terhadap pemeriksaan baik fisik dan administratif terhadap barang-barang yang menggunakan fasilitas tersebut. Kedua, tim juga melakukan pengawasan pasar domestik," jelas Hatta

Ketiga, lanjutnya, melakukan pengawasan terhadap penyelundupan. Ini harus diperketat dengan pengetatan surat keterangan asal. "Tapi tugas utama tim ini adalah bagaimana memberi penguatan kepada industri-industri kita yang ditengarai memiliki potensi terkena dampak, misalnya mempercepat pembangunan infrastruktur, menghilangkan hambatan-hambatan apakah yang bersifat biaya ekonomi tinggi, kemudian memberikan insentif baik baik fiskal maupun non fiskal. Keempat membantu promosi dan kelima mengupayakan peningkatan eksport," kata Hatta Rajasa. (win)