Berita Utama
Jumat, 22 Januari 2010, 17:08:24 WIB
Presiden SBY Bahas Kemitraan Indonesia - Cina Dengan State Councillor Dai Bingguo
Presiden SBY menerima kunjungan State Councillor Republik Rakyat Cina, Dai Bingguo, di Kantor Presiden, Jumat (22/1) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Dalam pertemuan tersebut, State Councillor Dai Bingguo mengadakan courtesy call kepada Presiden. “Ini adalah suatu mekanisme kerja sama yang sudah ada, bahkan sejak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono yang dulu. Jadi ada pengaturan atau mekanisme dimana ada konsultasi pada tingkat Menko Polhukkam. Ini dilakukan berkala setiap tahun,” kata Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal usai mendampingi Presiden SBY.
“Presiden menyatakan bahwa beliau puas dengan kemitraan strategis antara Indonesia dan Cina yang ditandatangani tahun 2005 dan mekanisme konsultasi bilateral ini harus terus ditingkatkan. Bahkan akan lebih sering frekuensinya, jadi tidak hanya secara formal struktural, tapi juga secara informal dapat lebih giat dilakukan,” tegasnya.
Presiden SBY menekankan bahwa kerjasama Indonesia dan Cina itu juga dapat mengisi kemitraan regional dan global, misalnya kerjasama di forum APEC, kerjasama ASEAN - Cina dan juga kerjasama di G20. “Tadi ditekankan State Councillor Dai Bingguo bahwa hubungan Cina dengan Indonesia itu sangat penting bagi Cina, karena Indonesia adalah negara pilar di ASEAN dan juga di Asia,” Dino menerangkan.
“Beliau juga memuji perkembangan Indonesia dimana Indonesia sukses menjaga persatuan, meningkatkan kemakmuran, menjaga kohesi sosial dan juga sangat aktif di percaturan kawasan dan internasional. Itulah hal-hal yang diapresiasi State Councillor Dai Bingguo,” ujar Dino.
Presiden SBY juga menekankan dua pilar kerja sama Indonesia dengan Cina, yaitu one china policy yang konsisten dijaga Indonesia sejak pengakuan penempatan hubungan diplomatik Indonesia dan Cina 60 tahun lalu. Kedua adalah kemitraan strategis yang telah dibangun sejak 2005. “Dua pilar ini menjadi fondasi dari hubungan Indonesia dan Cina, baik kebelakang maupun terutama kedepan,” jelas Dino.
Dalam pertemuan tersebut Presiden SBY mengatakan bahwa Asia akan menjadi pilar dari pertumbuhan ekonomi dunia. “Dari sini RRC akan menjadi pilar dalam pertumbuhan ekonomi Asia. Karena itulah Indonesia memandang penting untuk terus menjaga hubungan kemitraan strategis dan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dengan Cina,” kata Dino.
Presiden SBY menegaskan pentingnya Indonesia dan Cina bekerjasama untuk memantapkan proses G20. “Presiden SBY mengingatkan bahwa beliau sejak awal mendukung proses G20 dan ingin agar ekonomi dunia ini lebih bersandar pada kerjasama G20 daripada G7 atau G8 karena memang economic landscape dunia itu sudah berubah jauh,” terang Dino.
”Perlu ada emerging market atau aktor-aktor baru seperti RRC, India, Brazil, Africa Selatan dan juga tentu Indonesia yang menjadi motornya. Alhamdulillah sekarang G20 telah menjadi premiere economic forum, jadi forum ekonomi yang palilng utama untuk manajemen ekonomi dunia,” Dino menambahkan.
Presiden SBY berharap dapat mengujungi RRC pertengahan tahun ini untuk mengunjungi expo di Shanghai dan Presiden juga berharap Perdana Menteri Wen Jiabao juga dapat mengunjungi Indonesia tahun ini. Sedang diatur waktu yang tepat untuk mengadakan kunjungan tersebut,” tandas Dino.
State Councillor Dai Bingguo datang didampingi Duta Besar Cina untuk RI Zhang Qiyue, sementara Presiden SBY didampingi Menlu Marty Natalegawa, Menko Polhukkam Djoko Suyanto, dan Mensesneg Sudi Silalahi. (osa)



