Berita Utama

SBY Menaruh Perhatian pada Umi Darmianti yang Menderita Penyakit Aneh

Presiden SBY memberi keterangan pers di halaman belakang Istana Negara, Jumat (22/1) sore, soal penyakit Umi Darmianti. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memberi keterangan pers di halaman belakang Istana Negara, Jumat (22/1) sore, soal penyakit Umi Darmianti. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menaruh perhatian terhadap Umi Darmianti, gadis berusia 12 tahun asal Mamuju, Sulawesi Barat, yang menderita penyakit aneh yaitu tubuhnya mengeluarkan ulat, sedang orangtuanya mengalami kesulitan finansial. "Saya perlu ikut melakukan sesuatu," kata Presiden di halaman belakang Istana Negara, Jumat (22/1) sore.

”Baru satu jam yang lalu saya mendapatkan laporan tentang kasus Umi Darmianti ini, dan ternyata sudah menjadi perhatian masyarakat, publik, dan sudah diangkat di media masa. Oleh karena itu saya perlu ikut melakukan sesuatu. Yang saya pahami ada seorang gadis berusia 12 tahun, namanya Umi Darmianti yang tinggal di Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami penyakit yang sementara ini dianggap aneh karena ada mengeluarkan ulat dan konon ada kesulitan finansial bagi orangtuanya untuk kepentingan berobat putrinya,” kata Presiden.

Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar jajaran Departemen Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk terus melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Jika ada yang sakit, segeralah dibawa ke instansi yang dimiliki pemerintah seperti Rumah Sakit atau Puskesmas. Pengobatan alternatif bisa ditempuh apabila ingin mencoba cara lain dan pengobatan secara konvensioanl juga tidak kunjung sembuh.

Presiden SBY langsung berbicara dengan Menteri Kesehatan untuk melakukan intervensi berupa tindakan segera agar yang bersangkutan bisa dirawat dengan baik dan diketahui penyakitnya apa. ”Dengan demikian rasa ingin tahu kita semua itu bisa dijawab. Saya sempat juga beberapa saat yang lalu, berkomunikasi dengan Dokter Ahmad Aziz yang ada di Mamuju, Kepala Dinas Kesehatan di sana. Saya mendapatkan informasi yang lebih lengkap, ternyata bahwa mengapa ada keluar ulat di bagian tubuhnya itu karena selama ini menjalankan pengobatan alternatif dan kemudian baru beberapa saat yan lalu dibawa ke rumah sakit,” SBY menjelaskan.

”Sekarang telah dilakukan perawatan dan pengobatan. Dikatakan kondisinya membaik, dengan demikian ada harapan untuk bisa dilanjutkan pengobatannya itu. Satu hal disamping tentu saya menyampaikan kepada yang bersangkutan, maksud saya para dokter untuk dilakukan pengobatan sebaik-baiknya, tapi ini juga pelajaran penting bagi masyarakat luas, saudara-saudara kita diseluruh Indonesia,” lanjutnya.

Banyak terjadi kasus ini karena masyarakat kurang terbuka ketika mengalami sakit, bahkan entah Puskesmas atau Rumah Sakit setempat sering tidak tahu. ”Yang kedua juga, sering pula keluarga itu langsung mencari pengobatan alternatif. Setelah keadaannya tidak baik, baru dibawa ke Rumah Sakit. Saya meminta kepada semua pihak, jajaran Departemen Kesehatan, jajaran Pemerintah Daerah, untuk terus melakukan pendidikan kepada masyarakat,” ujar SBY.

”Kalau sakit, ya berobatlah kepada instansi yang dimiliki pemerintah. Kemudian karena ada memang pengobatan alternatif itu, itu bisa saja ditempuh manakala misalnya setelah berobat secara konvensional tidak kunjung sembuh. Mungkin ada pikiran bagaimana kalau ikhtiar dengan cara yang lain. Tapi sebaiknya jangan dibalik, setelah terlambat, setelah keadaannya tidak baik baru berobat ke rumah sakit. Ini memerlukan penjelasan paripurna dan pemimpin harus peduli, terutama yang di tingkat bawah. Di Indonesia ini tidak ada daerah yang tidak ada pemimpinnya. Ada RT, ada RW, ada kelurahan, dan desa. Jadi dengan demikian tugas Kepala Desa, tugas camat memastikan rumah tangga demi rumah tangga itu mengerti apa yang perlu dilakukan,” SBY menerangkan.

Ini pekerjaan bersama dan ini bagian dari pendidikan masyarakat. ”Oleh karena itu, kasus ini bagi saya disamping yang bersangkutan ananda Umi harus dirawat dan diobati dengan baik, namun satu yang harus kita lakukan, bagaimana kita bisa mendorong masyarakat.untuk datang ketempat yang pati dan benar agar penyakit itu bisa segera disembuhkan,” tegas SBY.

”Setelah saya cek yang bersangkutan memiliki Jamkesmas, dengan demikian tentunya tidak ada halangan lagi dari segi pembiayaan. Namun sudah saya sampaikan, baik kepada Menteri Kesehatan maupun kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat tadi agar tentu kami akan tanggung dan bantu pembiayaan itu karena ini khas dan menurut saya patut menjadi pelajaran kita semua,” SBY menejelaskan.

Awalnya penyakit Umi hanya berupa luka bisul biasa. Karena hanya bisul dan tidak mendapatkan perawatan medis secara intensif, luka Umi pun melebar. Bisul Umi makan parah dan akhirnya muncul ulat pada luka tersebut. Dikhawatirkan, jika kondisi Umi tidak segera ditangani, ulat yang ada di tubuh Umi bisa naik ke kepalanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar jajaran Departemen Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk terus melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Jika ada yang sakit, segeralah dibawa ke instansi yang dimiliki pemerintah seperti Rumah Sakit atau Puskesmas. Pengobatan alternatif bisa ditempuh apabila ingin mencoba cara lain dan pengobatan secara konvensioanl juga tidak kunjung sembuh. (osa)