Berita Utama
Selasa, 26 Januari 2010, 09:17:21 WIB
Presiden Bertolak ke Cirebon, dan Memimpin Ratas di Kereta
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Selasa (26/1) pagi berangkat menuju Cirebon, Jawa Barat, dengan menggunakan Kereta Luar Biasa dari Stasiun Kereta Api Gambir. Presiden dijadwalkan meresmikan jalan tol Trans Jawa pertama di ruas tol Kanci Pejagan. Jalan tol sepanjang 35 km ini menghubungkan Cirebon dan Brebes, Jawa Tengah.Setibanya di Stasiun Kereta Api Kejaksan, Kota Cirebon, Presiden SBY dijadwalkan akan meresmikan jalan tol Trans Jawa pertama yang bernama tol Kanci Pejagan. Jalan tol sepanjang 35 KM ini menghubungkan kabupaten Cirebon, Jawa Barat dan Brebes, Jawa Tengah.
Dalam perjalanan menuju ke Cirebon, Presiden SBY memimpin Rapat Terbatas Kabinet di dalam gerbong kereta. Ratas dihadiri, antara lain, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkes Endang Rahayu Sedianingsih, Menpora Andi A. Mallarangeng, Menhub Freddy Numberi, serta Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal.
Ketika membuka Ratas, Presiden SBY menjelaskan bahwa kirab Piala Dunia kemarin diharapkan memberikan inspirasi dan motivasi agar dapat melakukan revitalisasi untuk kebangkitan kembali persepakbolaan di Indonesia. "Seperti menginsiprasi dan memotivasi kita, untuk bisa melakukan revitalisasi atau kebangkitan kembali persepakbolaan Indonesia untuk bisa dikatakan berjaya di tingkat Asia Tenggara atau Asia, bahkan suatu saat juga bisa berjaya di tingkat Asia. Dengan demikian harapan kita bisa masuk putaran dunia, meski ini sangat menantang, very challenging, memerlukan waktu --barangkali 10 sampai 15 tahun lagi tapi harus kita mulai," kata Presiden SBY.
Presiden yakin rakyat Indonesia mampu tampil unggul di kompetisi olahraga ASEAN. "Oleh karena itu, tanpa harus saling menyalahkan --tidak baik-- saya ingin nanti pemerintah bersama KONI, bersama swasta, PSSI, semua pihak untuk bisa besatu membangkitkan kembali sepakbola di Indonesia," Presiden menambahkan.
SBY juga yakin, bila kita berlatih keras selama lima tahun mendatang, maka atlet-atlet sepak bola Indonesia mampu tampil di forum Asia dan mungkin forum yang lebih tinggi lagi. "Dalam konteks itu saya sudah minta Menpora dan Menko Kesra, coba direncanakan dan saya ingin bertemu langsung dengan stakeholders. Saya ingin juga ikut dalam mempersiapkan segalanya 5 tahun ini. Kita persiapkan semuanya, mencari atletnya, metode pelatihannya, siapa berbuat apa, dan persiapan timnas: satu mewakili Indonesia barat, tengah, timur. Apapun yang bisa kita lakukan. Dengan demikian kompetisi berjalan dengan baik. Lantas dari segi manajemen baik, pelatihan baik, metodologi baik, kontribusi swasta nyata disamping pemerintah," Presiden SBY menjelaskan. (mit)



