Berita Utama

Di Cirebon

Presiden Resmikan Tol Kanci-Pejagaan dan Saksikan Penyerahan KUR

Presiden SBY menandatangani prasasti peresmian jalan tol Trans Jawa pertama di ruas tol Kanci - Pejagan di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (26/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menandatangani prasasti peresmian jalan tol Trans Jawa pertama di ruas tol Kanci - Pejagan di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (26/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Cirebon: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (26/1) pagi, meresmikan jalan tol Trans Jawa pertama ruas tol Kanci - Pejagan. Jalan sepanjang 35 Km ini menghubungkan Kabupaten Cirebon (Jawa Barat) dan Brebes (Jawa Tengah). Selain meresmikan jalan tol, Presiden SBY juga meresmikan proyek-proyek infrastruktur serta menyaksikan penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pembangunan konstruksi jalan tol Kanci - Pejagan berlangsung 17 bulan, mulai 28 Juli 2008 hingga 21 Desember 2009. Pembangunan ruas tol tersebut menggunakan konstruksi Precasted Prestressed Concrete Pavement (PPCP) yang memberikan jaminan dan kualitas unggul karena kekuatan beton yang diproduksi secara pabrikasi di dekat jalan.

Masa pembebasan lahan, menurut Presiden Direktur Bakrie Toll Road, Harya Mitra Hidayat, dimulai pada Februari 2007 hingga Januari 2008. "Ini merupakan pembebasan lahan tercepat yang pernah dilakukan dalam pembangunan jalan tol. Kecepatan dalam pembebasan lahan dan konstruksi ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, antara lain Departemen Pekerjaan Umum, Pemerintah Daerah, BNI, BRI dan masyarakat sekitar serta pihak-pihak lain," ujarnya.

Acara peresmian diisi dengan penyerahan secara simbolis KUR untuk provinsi Jawa Barat oleh Direktur Utama Bank BRI senilai Rp 1,691 triliun untuk 351.477 debitur, Direktur Utama Bank BNI senilai Rp 133.795 miliar untuk 908 debitur, dan Direktur Utama Bank Mandiri senilai Rp 42,436 miliar untuk 155 debitur. Kemudian Wakil Dirut Bank BTN senilai Rp 33,185 miliar untuk 472 debitur, Dirut Bank Bukopin senilai Rp 104, 292 miliar untuk 337 debitur, dan Dirut Bank Syariah Mandiri senilai Rp 41,368 miliar untuk 284 debitur.

Dalam sambutannya, Presiden SBY mengungkapkan bahwa peresmian proyek-proyek infrastruktur ini menjadi bagian dari program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. "Kita telah menambah dan membangun kembali waduk, jalan tol, jembatan-jembatan layang, rusunawa di beberapa tempat, dan sistem penyediaan air minum termasuk infrastruktur untuk rakyat yang di luar program utama ini," ujar SBY.

Presiden SBY berpesan kepada seluruh masyarakat untuk terus menggunakan dan menjaga infrastruktur tersebut sebaik-baiknya. "Mari kita gunakan infrastruktur ini sebaik-baiknya, dana yang diperlukan untuk membangun infrastruktur mahal, diambil dari APBN, dari uang rakyat, uang negara, sebagian dikerjasamakan dengan swasta agar cukup anggaran untuk membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, rawat baik-baik, peliharalah. Jangan lekas rusak, kalau rusak memerlukan anggaran kembali untuk merehabilitasinya, padahal anggaran bisa kita gunakan untuk membangun infrastruktur yang lain atau untuk membangun keperluan yang lain yang diharapkan rakyat kita," SBY menandaskan.

Dengan adanya pembangunan infrastruktur tersebut, Presiden SBY berharap perekonomian di daerah semakin maju serta terjadinya peningkatan pelayanan masyarakat.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian proyek-proyek infrastruktur serta tol Kanci - Pejagan. Proyek -proyek infastruktur yang diresmikan, antara lain, pengendali banjir Medan di Provinsi Sumatera Utara, jalan layang Amplas di Provinsi Sumatera Utara, Jalan Layang Oerip Soemohardjo di Provinsi Sulawesi Selatan, Waduk Benel di Provinsi Bali, Jembatan Cilaki di Provinsi Jawa Barat, SPAM IKK di provinsi Jawa Barat, SPAM IKK di provinsi Jawa Tengah, Rusunawa di Jawa Barat dan Rusunawa di Jawa Tengah.

Setelah meresmikan, Presiden SBY didampingi Ibu Negara melakukan penanaman pohon Trembesi. Kemudian Presiden menuju Gedung Negara, Kota Cirebon, melalui jalan Tol Kanci-Pejagan. Saat di pintu tol Kanci, Presiden mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembayaran tol pertama.

Setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian acara, Presiden SBY beserta seluruh rombongan bertolak menuju Jakarta dengan menggunakan Kereta Luar Biasa dari Stasiun Kereta Api Kejaksan, Kota Cirebon, menuju Stasiun KA Gambir, Jakarta.

Menyertai Presiden dalam kunjungan ke Cirebon ini, antara lain, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkes Endang Rahayu Sedianingsih, Menpora Andi A. Mallarangeng, Menhub Freddy Numberi serta Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal. (mit)