Berita Utama
Selasa, 26 Januari 2010, 11:43:56 WIB
Program Prorakyat Akan Ditingkatkan, KUR Dianggarkan Rp 100 Triliun
Presiden SBY menunjukkan kartu dipintu masuk tol, usai meresmikan jalan tol Trans Jawa pertama di ruas tol Kanci - Pejagan di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (26/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
"Setiap pemerintahan yang mendapatkan mandat rakyat untuk menjalankan tugas untuk rakyat selalu melakukan perubahan manakala ada yang tidak baik, ada yang tidak cocok lagi, ada yang perlu dikoreksi dan diperbaiki. Itulah yang disebut dengan perbaikan dan perubahan. Tetapi ada juga yang tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan karena terbukti membawa manfaat bagi rakyat dan terbukti itu adalah satu solusi, satu peningkatkan bagi kehidupan kita. Itulah yang disebut dengan kesinambungan," ujar SBY.
Salah satu program yang akan dilajutkan dan ditingkatkan adalah program-program prorakyat. "Program prorakyat ini banyak, ada yang di bidang kesehatan, bidang pendidikan, bantuan langsung pada masyarakat, BLT bersyarat, bantuan sosial, bantuan bagi yang terkena bencana, bantuan lanjut usia dan banyak lagi. Program-program ini bukan hanya dipertahankan tetapi akan ditingkatkan sesuai dengan kemampuan negara," ujar SBY
Diantara program prorakyat yang akan terus ditingkatkan adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Telah dialokasikan sekitar Rp 3 miliar setiap kecamatan. Untuk apa? Digunakan sendiri untuk kecamatan itu, dibantu tim asistensi. Dengan demikian cocok dengan apa yang diperlukan dengan kecamatan dan desa-desanya," SBY menjelaskan.
Program soal KUR. lima tahun mendatang akan ditingkatkan. Kredit ini untuk membantu pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan cara yang lebih mudah dan diharapkan akan menggerakkan perekonomian rakyat. "Telah saya tetapkan, negara akan memberikan Rp 100 triliun untuk dialirkan dalam bentuk KUR dengan cara-cara yang lebih baik," Presiden menjelaskan. (mit)



