Berita Utama

Presiden Tinjau Puskesmas Larangan

Puskesmas Bukan Hanya Mengobati, Tapi Juga Mencegah Penyakit

Presiden SBY dan Ibu Ani dialog dengan masyarakat saat meninjau Puskesmas Larangan di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat, hari Selasa (26/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani dialog dengan masyarakat saat meninjau Puskesmas Larangan di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat, hari Selasa (26/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Cirebon: Usai meresmikan jalan tol Kanci - Pejagan di Cirebon, Selasa (26/1) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono meninjau Puskesmas Larangan di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat.

Puskesmas yang dipimpin Dr. Siska ini pernah mendapat banyak penghargaan. Tahun 2007, dinobatkan sebagai Puskesmas dengan Pelayanan Terbaik Tingkat Kota pada tahun 2007, penghargaan Puskesmas dengan Pelayanan Terbaik tingkat Provinsi pada tahun 2008 serta Puskesmas dengan Pelayanan Terbaik Tingkat Nasional pada tahun 2008. Dengan fasilitas yang lengkap dan didukung dengan dokter, bidan serta perawat yang cakap, Puskesmas Larangan mampu melayani 300 pasien dalam waktu sehari.

Puskesmas Larangan dengan total seluruh karyawan berjumlah 40 orang ini melayani ratusan pasien yang datang untuk konsultasi ke poliklinik-polikliniknya. Poliklinik yang tersedia di Puskesma tersebut, antara lain, Poliklinik Ibu dan Anak, Poliklinik Umum, Poliklinik Konseling Paru-paru, Poliklinik HIV serta Poliklinik Gigi.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden SBY dan Ibu Ani berkeliling untuk melihat ruangan-ruangan poliklinik. Dengan seksama, Presiden SBY dan Ibu Ani memperhatikan setiap klinik serta peralatan yang tersedia, memastikan seluruh peralatannya lengkap dan ruangannya bersih.

Kedatangan Presiden SBY ke Puskesmas tersebut adalah untuk memastikan bahwa Puskesmas-puskesmas di Indonesia tak hanya mengobati yang sakit, namun juga mencegah masyarakat terjangkit penyakit. "Puskesmas dengan jejaringnya harus berusaha pula untuk mencegah masyarakat itu agar tak mudah sakit. Jadi pecegahan itu penting. Setelah kita cegah dengan baik, terpaksa yang sakit kita obati," jelas SBY.

Presiden SBY juga mengungkapkan, bahwa negara dan pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan. "Negara dan pemerintah, termasuk pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten, kota, dinas-dinas kesehatan seluruh Indonesia memiliki tugas dan kewajiban untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan," kata SBY kepada seluruh pasien yang sedang berobat dan berkonsultasi di Puskesmas tersebut.

Setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian acara, Presiden SBY beserta seluruh rombongan bertolak menuju Jakarta dengan menggunakan Kereta Luar Biasa dari Stasiun Kereta Api Kejaksaan, Kota Cirebon menuju Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta. Tampak hadir dalam rombongan kepresidenan antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menkes Endang Rahayu Sedianingsih, Menpora Andi A. Mallarangeng, Menhub Freddy Numberi. (mit)