Berita Utama

Presiden pada Peresmian Sistem INSW:

Globalisasi Memang Ada Ancamannya, Tetapi Juga Menyediakan Peluang

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peresmian  Penerapan Sistem INSW, di Pelabuhan Tanjung Priok,  hari Jumat (29/1) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peresmian Penerapan Sistem INSW, di Pelabuhan Tanjung Priok, hari Jumat (29/1) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Dalam menghadapi era globalisasi dimana terdapat perdagangan bebas, kita tidak perlu takut. "Benar, globalisasi itu ada ancamannya, ada sesuatu yang kalau tidak waspada akan membawa ketidakbaikan di negeri kita. Tetapi globalisasi juga menyediakan peluang. Kalau kita cerdas, arif dan cekatan, hal itu membawa kebaikan bagi kita," ujar Presiden SBY dalam sambutannya pada peresmian Penerapan Sistem Indonesia National Single Window (INSW) hari Jumat (29/1) siang, di Dermaga Utara Jakarta International Container Terminal, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Yang penting dalam era kompetisi global sekarang ini Indonesia harus memiliki daya saing yang semakin kuat. Ada 2 kata kunci, yaitu efisien dan produktif. Efisien dan produktif itu kalau mulus, proses, adalah sesuatu yang lebih cepat, lebih murah, lebih mudah dengan bantuan elektronik. itulah tujuan semua itu," paparnya.

Namun kemudian permasalahannya adalah bagaimana kalau kita merasa tidak siap dengan kerja sama ini. "Kalau tidak siap, ada solusinya, ada upaya kita yang bisa kita tempuh secara baik. Karena kesepakatan bersama antara negara - negara ASEAN dengan mitra - mitranya. Ada jalan ke arah itu, dengan demikian pemerintah tentu peduli pada masalah - masalah tertentu, elemen - elemen tertentu yang nyata - nyata belum siap benar. Kita lakukan pembicaraan - pembicaraan yang baik," jelasnya

"Tidak baik kalau kita dianggap ingkar kesepakatan atau begitu saja tidak memenuhi apa yang sudah disepakati apalagi melewati proses yang panjang. Tidak perlu cemas karena ada solusi. Tetapi tidak boleh selamanya kita merasa tidak siap, sementara yang lain siap, berarti ada sesuatu yang harus kita perbaiki," ujarnya.

Presiden SBY berharap bahwa peluang, keuntungan dan manfaat dapat diambil secara nasional dan dirasakan oleh rakyat Indonesia dengan adanya INSW. "Marilah kita terus tingkatkan kerja sama sesama ASEAN dan dengan mitra - mitra agar pegalaman yang pahit dari krisis perkeonomian global 2008 - 2009 tidak terulang kembali sehingga semua bangsa di dunia bisa membangun, termasuk bangsa Indonesia karena kita wajib meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia," ujar SBY.

Usai meresmikan peluncuran, Presiden SBY berdialog dengan pengusaha ekspor sepatu dan gabungan eksportir dan importir Sumatera Utara melalui video conference, berdiskusi mengenai INSW.

Dalam peresmian tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dan Juru Bicara Presiden Julian A. Pasha.(mit)