Berita Utama

Kuliah Singkat di Sekolah Jurnalistik Indonesia

Kegagalan Bukan Sebuah Opsi

Palembang: Dunia pernah meramal Indonesia akan menjadi negara gagal akibat krisis tahun 1998. Tapi ramalan itu keliru, Indonesia bukan saja survive, tap malah mencapai perubahan positif dan ekonomi bertumbuh. Pesiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam kuliah singkatnya di hadapan siswa Sekolah Jurnalistik Indonesia, Palembang, Selasa (9/2) siang.

Dalam kuliah singkat tersebut SBYmengangkat tema keberhasilan Indonesia melewati dua kali masa krisis tahun 1998 dan tahun 2008-2009, yang dipadukan dalam judul "Mengapa Indonesia Harus Berhasil, Failure is not an Option".

Pada krisis 1998, ekonomi Indonesia sempat tidak stabil, ancaman disintegrasi, dan hubungan internasional makin buruk. Oleh karena itu diramalkan Indonesia akan menjadi negara yang gagal. "Tuhan Maha Besar, kita bersatu, dan akhirnya kita bisa melampaui masa-masa sulit itu. Yang terjadi bukannya kita pecah atau collapse, tetapi kita survive sebagai bangsa dan bahkan mencapai sejumlah perubahan yang positif, contoh ekonomi kita makin pulih,” Presiden SBY menjelaskan.

Krisis kedua, tahun 2008-2009, terjadi pada tingkat global. Terjadi krisis pangan, harga minyak, disertai resesi perekonomian dunia. “Resesi perekonomian dunia telah memporakporandakan banyak sekali negara, termasuk negara maju,” Presiden menjelaskan. “Kalau dulu, krisis adalah krisis Asia, negara barat memberikan ceramah. Kali ini, negara-negara Barat menghadapi persoalan yang luar biasa, bahkan sebagian negara berkembang, emergenced economist termasuk Indonesia, dalam posisi yang lebih baik,” ujar Presiden.

Indonesia juga telah lulus menghadapi krisis dalam arti meminimalkan dampak krisis perekonomian global itu. “Secara domestik kita tidak merasakan seperti sepuluh sebelas tahun yang lalu. Dunia juga menilai kita dianggap kompeten karena pertumbuhan kita tetap positif setelah Tiongkok dan India,” Presiden menegaskan.

“Reformasi yang kita jalankan sejak tahun 1999 hasilnya mulai kelihatan. Kita bisa memetik pelajaran dari krisis sepuluh tahun lalu untuk tidak kita ulangi sehingga kita bisa bersatu dan bersama-sama merespon, mengantisipasi dengan sejumlah langkah tindakan dan kebijakan yang tepat dan cepat,” kata SBY.

Presiden mengimbau kepada insan pers dan masyarakat untuk menyatukan potensi masyarakat Indonesia, menjalankan paradigma dan strategi pembangunan yang baru, serta menjaga lingkungan dalam negeri. Demokrasi harus hidup dan berkembang, hukum harus tetap ditegakkan. “Itulah satu-satunya jalan untuk mencapai Indonesia yang sukses,” ujar SBY. “Insya Allah kita bisa, Indonesia bisa mencapai semua itu. Modal kita makin kuat pengalaman kita makin banyak dan momentum ada ketika kita lulus ujian pertama dan kedua,” Presiden menegaskan.

Di akhir kuliah singkatnya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus sukses dalam pembangunan 5 tahun mendatang 2010-2014. “Untuk memberikan landasan, memberikan jalan, memberikan pintu bagi pemerintahan berikutnya lagi untuk terus bergerak maju menuju yang kita dambakan, Indonesia yang maju bermartabat dan sejahtera,” ungkap Presiden. (yun)

 

Link Terkait: