Berita Utama

SBY: Tidak Boleh Ada Diskriminasi Dalam Bentuk Apapun

Presiden SBY menyampaikan sambutan Perayaan Cap Go Meh, di Arena Pekan Raya Jakarta,  Rabu (3/3) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan Perayaan Cap Go Meh, di Arena Pekan Raya Jakarta, Rabu (3/3) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Indonesia mempunyai Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang menjadi pengikat bangsa. Maka dari itu tidak boleh ada diskriminasi dalam bentuk apapun. Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengatakan hal ini dalam sambutan Perayaan Cap Go Meh, di Arena Pekan Raya Jakarta, Rabu (3/3) malam.

”Di alam Indonesia sekarang ini tidak boleh ada diskriminasi, tidak boleh membeda-bedakan identitas, apapun agamanya, sukunya, etnisnya, daerahnya, golongannya, dan apa saja yang menjadi perbedaan identitas,” kata SBY. Sebelumnya, Pembina Forum Bersama Indonesia Tionghoa, Murdaya Poo, mengatakan etnis Tionghoa punya peran penting dalam berdirinya Republik Indonesia. Pada masa pembangunan sekarang ini mereka bekerja keras memajukan kehidupan bangsa.

Presiden SBY juga mengajak seluruh warga Indonesia untuk terus membangun negeri ini demi perbaikan kesejahteraan rakyat. “Agar kesejahteraan rakyat makin meningkat, ekonomi harus kita bangun dengan baik, dunia usaha termasuk sektor riil juga harus tumbuh berkembang,” ujar SBY

“Agar ekonomi tumbuh dengan baik, keadaan dalam negeri harus aman dan damai, politik mesti stabil, kohesi sosial baik, dengan demikian, insya Allah ekonomi akan tumbuh. Apabila ekonomi tumbuh, kesejahteraan rakyat akan dapat kita tingkatkan dan akhirnya cita-cita bersama kita untuk membangun masyarakat yang maju adil dan sejahtera pada abad 21 ini akan terwujud,“ Presiden SBY menambahkan.

Presiden tidak lupa mengucapkan penghargaan kepada etnis Tionghoa atas segala pengabdian, perjuangan, dan andil terhadap bangsa Indonesia. “Marilah kita bersama-sama seluruh rakyat Indonesia untuk terus berjuang membangun hari esok yang lebih baik, untuk masa depan kita, untuk anak cucu kita, dan untuk sejarah indonesia yang gemilang di masa depan," kata Presiden SBY. (dit)

 

Link Terkait: