Berita Utama
Jumat, 5 Maret 2010, 15:09:35 WIB
Presiden Apresiasi Penangkapan Teroris di Aceh
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi apresiasi kepada jajaran Polri yang terus melaksanakan pemberantasan terorisme di Aceh. "Lakukan kerja sama sebaik-baiknya dengan gubernur, bupati, dan walikota yanga ada di Aceh, dengan aparat keamanan, para ulama atau abu, dan tokoh-tokoh masyarakat di Aceh. Sampaikan, betul bahwa ini adalah sel dan unsur teroris. Saya mendapat laporan pemimpinya pun bukan orang Aceh,” kata SBY dalam pengantar Rapat Terbatas Kabinet di Kantor Presiden, Jumat (5/2) siang.Topik lain yang dibahas dalam rapat tersebut adalah soal grasi kepada anak-anak di bawah umur dan lanjut usia. Presiden SBY mengingatkan kembali arahannya kepada Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar agar segera mengajukan nama siapa saja yang bisa diberi grasi. "Saya tahu saudara sedang bekerja. Oleh karena itu tidak perlu menunggu sampai semuanya siap. Mana yang sudah siap dan yang sudah mendapatkan pertimbangan dari Ketua Mahkamah Agung agar segera saya keluarkan,” SBY menjelaskan.
Soal tidakan hukum dalam kasus Bank Century, Presiden masih menunggu indikasi para pelaku kejahatan dari Pansus Hak Angket Bank Century. Tetapi, lanjut SBY, penegakan hukum tidak perlu menunggu. Presiden SBY meminta langkah cepat membawa aset Bank Century yang ada di luar negeri.
Indikasi kejahatan lain yang dilakukan oleh manajemen Bank Century juga jangan luput dari penegakan hukum yang tegas demi keadilan. ”Kebenaran dan keadilan harus kita tegakkan untuk rakyat kita, untuk sejarah kita. Oleh karena itu saya minta segera dilakukan langkah-langkah intensif, terkooordinasi dengan baik. Semua kejahatan yang berkaitan dengan Bank Century, baik yang sudah ada dalam agenda pansus ataupun tidak diagendakan, mari kita tegakkan dengan sebaik-baiknya,” SBY menandaskan.
Selain Wapres Boediono, ratas juga diikuti antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanyo, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marti Natalegawa, Mendagri Gamawan Fauzi, Menhan Purnomo Yugiantoro, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Jaksa Agung Hendarman Supanji, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso, dan Rekor Universitas Indonesia Gumilar R. Soemantri. (dit)



