Berita Utama
Kamis, 11 Maret 2010, 08:00:04 WIB
SBY: Pemerintah Akan Permudah Investasi
Sydney: Pemerintah Australia dan Indonesia harus mensosialisasikan kesepakatan yang telah dicapai kepada para pemangku kepentingan (stakeholders), seperti para pengusaha. "Ini penting, karena sekali kita membuat kebijakan atau kesepakatan, harus sepenuhnya didukung oleh masyarakat dari sektor bisnis dan stakeholder lainnya,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berdialog dengan beberapa pengusaha pada Forum Bisnis di Grand Ballroom Hotel Shangri-La, Sydney, Kamis (11/) pagi.Khusus untuk Indonesia, pada masa pemerintahan kedua Presiden SBY telah banyak melakukan reformasi ekonomi. Pemerintah akan meningkatkan iklim nasional di bidang bisnis untuk kerjasama ekonomi. Beberapa regulasi telah dibuat. “Kami juga meningkatkan kemudahan untuk melakukan bisnis di Indonesia, memperkenalkan hal-hal baru dan memfasilitasi dunia usaha,,” Presiden melnjelaskan.
Presiden mengatakan, ekonomi di Indonesia akan dibuat lebih ekonomis dan efisien. “Dengan sistem desentralisasi ekonomi, akan membuat semua pemimpin melakukan hal yang sama, dan kami yakin tidak akan ada kontradiksi antara pemerintah pusat dan lokal,” SBY menambahkan.
Sektor ekonomi yang dfokuskan dalam kesepakatan dengan Australia, antara lain, pertanian, ketahanan pangan, energi, infrastruktur, hubungan antarwarga negara, dan pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.
SBY menyarankan kepada pengusaha Australia yang ingin berinvestasi di Indonesia untuk terus mengikuti perkembangan di Indonesia dan menjaga komunikasi dengan pemerintahan daerah, khususnya para gubernur dari Indonesia timur yang turut hadir dalam forum bisnis ini. Kepada Australia-Indonesia Business Council dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Presiden berpesan untuk terus membangun komunikasi secara aktif baik dari segi bisnis itu sendiri ataupun bisnis dan pemerintahan. (yun/har)



