Berita Utama

Presiden Menerima Penghargaan dari PNG

Presiden SBY menerima penghargaan Grand Companion of the Order of `Logohu` dari PM Papua Nugini Michael Somare dalam jamuan santap malam di Hotel Crowne Plaza, Port Moresby, Kamis (11/3) malam. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY menerima penghargaan Grand Companion of the Order of `Logohu` dari PM Papua Nugini Michael Somare dalam jamuan santap malam di Hotel Crowne Plaza, Port Moresby, Kamis (11/3) malam. (foto: rusman/presidensby.info)
Port Moresby: Usai melakukan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Jenderal Papua Nugini (PNG) Paulis Matane, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijamu santap malam oleh PM Michael Somare dan Lady Veronica Somare, di Hotel Crowne Plaza, Port Moresby, Kamis (11/3) pukul 19.00 waktu setempat. Sebelum santap malam, SBY dan Somare melakukan pertemuan tertutup.

Sebelum memberikan sambutan, Presiden SBY menerima tanda penghormatan Grand Companion of the Order of `Logohu`. "Akan saya simpan sebagai tanda persahabatan yang erat antara Indonesia dan Papua Nugini," kata Presiden.Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berjasa dalam peningkatan hubungan dengan PNG. Mantan Presiden AS Bill Clinton dan Pangeran Charles pernah menerima penghargaan ini.

Dalam sambutan jamuan makan malam, Presiden SBY mengucapkan terimakasih karena sejak hubungan diplomatik dibuka pada 1975, PNG secara konsisten mendukung kedaulatan Indonesia. "Begitu pula sebaliknya Indonesia selalu mendukung kedaulatan, intergritas wilayah, dan keutuhan negara Paua Nugini, bahkan pembangunan yang dilaksanakan oleh Paupa Nugini,” kata SBY.

Presiden juga berharap agar kerjasama dalam pembangunan ekonomi, investasi, dan perdagangan kedua negara dapat ditingkatkan. “Indonesia dan Papua Nugini juga menjalin kerjasama yang baik dalam bidang perbatasan. Kedua negara sepakat untuk membuka secara resmi lintas batas Kawoto yang dapat meningkatkan people to people contact, meningkatkan perdagangan kedua negara, dan dapat meningkatkan taraf sosial-ekonomi dan penduduk yang tinggal di daerah perbatasan,“ Presiden SBY menambahkan. (dit)