Berita Utama

Pendidikan Karakter Bangsa Penting untuk Indonesia yang Lebih Beretika

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar pendidikan karakter bangsa lebih ditingkatkan untuk generasi muda Indonesia yang lebih beretika dan berbudi pekerti. Demikian dikatakan Menko Kesra Agung Laksono dalam keterangan persnya, usai mengikuti ratas bidang Kesra di Kantor Presiden, Kamis (18/3) siang.

Untuk pencapaian rasa memiliki (sense of belonging) terhadap karakter bangsa tertsebut, akan dilakukan rembuk nasional yang melibatkan elemen-elemen terkait, seperti bidang pendidikan, kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, juga tokoh-tokoh agama. “Saya kira ini merupakan suatu langkah besar dalam kerangka Indonesian building, yang diharapkan juga dapat membangun nilai-nilai yang mungkin kurang mendapatkan perhatian, melalui program pendidikan karakter bangsa ini. Kemudian dapat diaktualisasikan,” Agung Laksono menjelaskan.

Ada beberapa hal lain yang juga ditekankan oleh Presiden SBY. Untuk mengoptimalkan kinerja PNS di daerah terpencil, pemerintah akan menerbitkan Inpres yang mengatur tentang pemberian insentif yang besarannya masih dalam pembahasan. ”Pemberian insentif ini bisa berupa finansial ataupun kemudahan lainnya, misalnya percepatan kenaikan pangkat,” ujar Agung.

Selanjutnya, mengenai perubahan iklim, menurut Agung, Presiden mengimbau agar dilakukan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah terkait program reboisasi dan kebakaran hutan.

Presiden juga meminta untuk dilakukan evaluasi terhadap program-program prorakyat, seperti bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat, PNPM Mandiri, dan jaminan sosial. Keadilan sosial untuk semua masyarakat juga menjadi hal penting lainnya. ”Agar tidak ada kelompok masyarakat yang termarjinalkan, yang terpinggirkan,” tandas Agung. (yun)

 

Link Terkait: