Berita Utama

Jamuan Santap Malam untuk Presiden Swiss

Presiden SBY dan Ibu Ani menyambut kedatangan Presiden Leuthard dan suaminya pada acara jamuan santap malam di Istana Negara, Rabu (7/7) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani menyambut kedatangan Presiden Leuthard dan suaminya pada acara jamuan santap malam di Istana Negara, Rabu (7/7) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi tuan rumah jamuan santap malam kenegaraan untuk menghormati tamu negara Presiden Konfederasi Swiss, Doris Leuthard di Istana Negara, Rabu (7/7) malam. Didampingi Ibu Ani, suasana jamuan terasa sangat akrab, hangat dan bersahabat. SBY mengungkapkan rasa senangnya dapat menyambut kehadiran Presiden Leuthard bersama delegasi dan para pengusaha asal Swiss.

Presiden SBY yakin kunjungan Presiden Swiss kali ini akan memajukan persahabatan, kerjasama, dan kemitraaan antar kedua negara. “Saya bersyukur, tadi siang kita telah mengadakan pertemuan bilateral yang sangat produktif dan konstruktif. Kita membahas bersama berbagai peluang kerjasama bilateral dan juga isu-isu regional dan internasional, “ ujar Presiden. “Kita berharap apa yang telah kita bahas dan sepakati hari ini dapat meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan kedua negara,“ lanjut SBY

Indonesia dan Swiss memiliki sejarah hubungan yang panjang dan erat dan telah meninginjak usia 58 tahun, selama lebih dari setengah abad hubungan kedua negara terus meningkat. “Saat ini diantara negar-negara Eropa Barat lainnya, Swiss merupakan investor terbesar di Indonesia. Swiss telah lama menjadi pintu gerbang bagi komoditas ekspor di Indonesia,“ kata SBY.

Begitu pula sebaliknya, rakyat Indonesia sangat akrab dengan produk-produk dari Swiss seperti jam tangan dan pisau lipat. Masyarakat Indonesia juga telah lama menikmati produk makanan dan minuman hasil industri perusahaan Swiss.

Bagi Indonesia Swiss merupakan salah satu negara mitra terpenting utamanya di bidang perdagangan dan investasi. “Swiss juga merupakan salah satu negara yang mengakui dan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan dan kemajuan yang dicapai Indonesia, “ terang SBY. Secara georafis memang Swiss sangat berbeda dengan Indonesia, begitu juga pula luas wilayahnya, namun kedua negara memiliki banyak sekali kesamaan seperti kemajemukan, multikultural, dan multi agama.

Dalam sambutannya, Presiden Leuthard mengucapkan terima kasih banyak atas keramahtamahan yang diberikan pemerintah Indonesia. “Atas nama delegasi, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas keramah tamahan yang diberikan oleh negeri yang sangat berwarna dan mempunyai prospek masa depan yang cerah, “ ujar Leuthard

Acara santap malam ini juga dihadiri menteri-menteri Kabinet Indonesia bersatu II, diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menag Suryadharma Ali, Menkeu Agus Martowaedojo, Mendag Mari Elka Pangestu, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menhut Zulkifli Hasan, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Djoko Santoso, Seskab Dipo Alam. Turut hadir pula Dubes Indonesia untuk Swiss Joko Susilo, Dubes Swiss untuk Indonesia Heinz Walker-Nederkoorn, dan Ketua DPD Irman Gusman. (dit)