Berita Utama

Presiden SBY dan Ibu Ani Tidak Pernah Punya Rencana Maju Kembali dalam Pilpres 2014

Presiden SBY memberikan sambutan saat peluncuran biografi Ibu Negara di Hotel Dharmawangsa, Jumat (30/7) malam. (Foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberikan sambutan saat peluncuran biografi Ibu Negara di Hotel Dharmawangsa, Jumat (30/7) malam. (Foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, tidak ada rencana untuk maju kembali dalam pemilihan Presiden 2014 mendatang. Begitu juga dengan Ibu Ani Bambang Yudhoyono.

"Karena kami sudah amat bersyukur manakala bisa merampungkan tugas sejarah kami 2014 nanti," kata Presiden SBY saat peluncuran buku biografi Ibu Ani, Kepak Sayap Putri Prajurit, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (30/7) malam.

"Kami berdua telah bersepakat kembali ke lingkungan masyarakat, dengan mendirikan sebuah perpustakaan untuk rakyat, untuk generasi muda yang bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi," SBY menambahkan.

Di awal komentarnya, Presiden mengatakan akan membantu kepemimpinan di masa 2014 dan seterusnya. "Dengan demikian rasanya tidak pernah putus kami sekeluarga untuk mengabdi dan berbakti," ujar SBY.

Terkait pendapat yang mengatakan bahwa aturan bisa diubah, SBY mengatakan bahwa itu mengingkari reformasi. "Itu merusak apa yang telah kita bangun bersama-sama dengan susah payah sejak kita melancarkan reformasi di akhir tahun 90-an. Politik itu tidak boleh bersiasat-siasat," SBY menandaskan.

"Politik mengakali untuk kepentingan pribadi itu jauh dari etika dan bukan itu yang diharapkan oleh rakyat," ujar Presiden, mengingatkan. "Oleh karena itu saya harus menyampaikan dalam bahasa terang pada malam hari ini supaya tidak ada terus dorongan, harapan, godaan, apapun," SBY menegaskan.

Bangsa Indonesia telah menetapkan landasan, sisitem, tatanan, dan demokrasi yang makin baik. "Sekarang kita belum merasakan demokrasi kita belum bulat benar, masih terjadi banyak ekses. Tetapi percayalah, kalau kita kokoh pada keyakinan dan pendirian kita, demokrasi kita akan makin matang akan semakin bermartabat," Kepala Negara menambahkan.

SBY menuturkan, pada masa tua nanti hanya ingin melihat dari luar dan akan sangat bangga dan bahagia bila melihat demokrasi Indonesia semakin mekar. Pemerintahan Indonesia semakin berjalan secara efektif dan kemudian negara kita makin maju di abad 21. (dit)