Berita Utama

Penjelasan Presiden Soal Insiden dengan Malaysia

"Perundingan Batas Wilayah Harus Segera Dituntaskan"

Presiden SBY saat memberikan keterangan pers mengenai hubungan Indonesia-Malaysia di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (1/9) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat memberikan keterangan pers mengenai hubungan Indonesia-Malaysia di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (1/9) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di perairan Pulau Bintan oleh patroli Malaysia harus diselesaikan dengan cepat, tepat, dan tegas. "Karena ini berkaitan dengan kepentingan nasional kita," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menyampaikan duduk soal dan sikap pemerintah terhadap insiden dengan Malaysia, di Gedung Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (1/9) malam usai buka puasa bersama dan salat Tarawih.

Memelihara hubungan baik dengan negara tetangga sangat penting, ujar Presiden SBY. "Tapi kepentingan nasional, terlebih menyangkut keutuhan dan kedaulatan NKRI, tidak bisa diabaikan," SBY menambahkan.

Sejak diketahuinya insiden tersebut pada 13 Agustus lalu, SBY telah memberi instruksi agar ketiga petugas KKP dikembalikan dalam keadaan selamat, dan agar kejadian ini diusut tuntas. "Sejak terjadinya kasus ini, pemerintah telah bertindak, sistem pun berjalan," Presiden SBY menjelaskan.

Selain itu, Kepala Negara juga mendorong agar proses perundingan batas wilayah segera dituntaskan. "Pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden serupa adalah dengan cara menuntaskan perundingan batas wilayah Indonesia dan Malaysia," SBY menegaskan. Perundingan juga dilakukan terkait batas wilayah darat dan maritim, seperti Selat Malaka dengan Singapura dan perairan Ambalat.

"Ke depan, dalam hubungan antarbangsa yang lebih luas, kita juga harus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah dan terus membangun diri menjadi negara maju, sejahtera, dan bermartabat. Dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat," Presiden menandaskan.

Mendampingi Presiden saat memberikan penjelasan ini, antara lain, Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, dan Mensesneg Sudi Silalahi. (arc)

 

Link Terkait: