Berita Utama

SBY: Tidak Ada Surat Menginap di Meja Presiden

Jakarta: Sebelum menerbitkan Keppres No.17 tahun 2010 tentang perubahan AD/ART Kadin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan senior Kadin, mengingatkan ada yang perlu segera diterbitkan oleh Presiden.

"Setelah pembicaraan itu saya langsung mengajak melaksanakan pengecekan di mana posisi draft keputusan presiden itu," kata Presiden SBY dalam acara buka puasa bersama pengurus Kadin di JCC, Jumat (3/9) petang.

Setelah dicek, darft sedang dimintakan paraf dari menteri-menteri terkait. "Satu hari berikutnya lagi, selesai, masuk ke saya dan langsung saya tanda tangani," SBY menuturkan.

Presiden bercerita, banyak sekali SMS yang masuk meminta tolong untuk segera menandatangani keputusan tersebut. "Pak SBY, tolong pak, ditandatangani. Sudah 3 bulan di meja Pak SBY. Loh, kok tahu 3 bulan?" ujar SBY dengan heran.

Kepala Negara menjelaskan, kalau ada surat di meja Presiden, maka hari itu juga akan ditandatangani. "Tidak pernah bermalam di meja, apalagi sampai 3 bulan," Presiden menjelaskan, disambut tepuk tangan para anggota Kadin.

SBY menjelaskan lebih lanjut bahwa Presiden adalah lembaga yang memiliki proses, di mana sebuah surat akan dibicarakan dengan menteri terkait, diperbaiki dan dimintakan paraf. "Bisa sehari, bisa seminggu, bisa sebulan. Itulah manajemen pemerintahan," kata SBY.

Presiden kemudian menganjurkan, bila ada yang belum jelas tanyakan kepada Sekertaris Kabinet atau Menteri Sekertaris Negara. "Daripada belum-belum berkata sudah 3 bulan di meja Presiden," ujar SBY, yang mengundang tawa hadirin. (arc)

-- 
Sent from my mobile device