Berita Utama

SBY Hadiri Takbir Akbar di Masjid Istiqlal

Presiden SBY, didampingi Priyo Budi Santoso dan Menag Suryadharma Ali, menabuh beduk sebagai tanda dimulainya Takbir Akbar di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (9/9) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi Priyo Budi Santoso dan Menag Suryadharma Ali, menabuh beduk sebagai tanda dimulainya Takbir Akbar di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (9/9) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono serta Wapres Boediono dan Ibu Herawati Boediono, Kamis (9/9) malam, menghadiri acara Takbir Akbar menyambut Hari Raya Idul Fitri 1431 H di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pagelaran Takbir Akbar ini diketuai oleh Priyo Budi Santoso yang juga merupakan Wakil Ketua DPR RI.

Walaupun sebagian besar wilayah Jakarta diguyur hujan yang tiada henti dari siang hingga malam hari, namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah ribuan masyarakat untuk turut serta dalam acara Takbir Akbar ini. Gema takbir begitu membahana sehingga merasuk ke dalam sanubari siapapun yang mendengarkannya, terlebih bagi yang melafazkannya.

Dalam laporannya Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa Takbir Akbar malam ini merupakan puncak dari kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya. Yaitu pemberian santunan kepada 5000 anak yatim. "Hal itu agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri ini," ujar Priyo.

Takbir Akbar ini diprakarsai Dewan Masjid Indonesia berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Adapun tema Takbir Akbar kali ini adalah 'Islam Membawa Damai.'

"Gema takbir ini insya Allah akan meliputi seluruh langit Jakarta. Kita juga ingin menunjukkan kepada dunia, Islam itu pembawa damai bagi semesta alam," kata Priyo. "Islam ibarat air yang menyejukkan hati," tambahnya.

Pada kesempatan ini, Priyo juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-61 tahun kepada Presiden SBY, yang jatuh tepat pada hari ini. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada sejumlah yayasan di Jakarta oleh Ketua Panitia.

Sementara itu, dalam sambutannya Menag Suryadarma Ali mengatakan ibadah puasa yang telah dijalankan selama ini bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan manusia. "Dengan hadirnya Ramadan, setiap muslim berlomba-lomba untuk beribadah," kata Suryadarma.

Menag juga menjelaskan bahwa kebahagiaan menyambut Idul Fitri harus tumbuh dari diri kita dan terealisasi dlm kehidupan sehari-hari, bukan sekadar ucapan di bibir saja. "Malam ini kita mengikrarkan diri kita akan keagungan Allah dan betapa kecilnya kita," Menag menambahkan.

Islam bukan sekadar ajaran formalistik melainkan juga memiliki nilai historistik. "Semangat menyambut Idul Fitri juga harus diterapkan dalam kehidupan bangsa dan negara," ujar Suryadharma.

Usai sambutan dari Menag, Presiden SBY yang kala itu mengenakan pakaian serba putih, didampingi Priyo Budi Santoso dan Menag Suryadarma Ali, menabuh beduk sebagai tanda dimulainya Takbir Akbar ini.

"Ijinkan saya atas nama negara dan pemerintah dan selaku pribadi, dengan semangat kemenangan Ramadan bagi umat Islam, serta dengan persatuan dan kebersamaan sesama bangsa Indonesia, untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri 1431 H, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin," ujar Presiden SBY.

Presiden juga mengajak agar ke depan masyarakat tetap melanjutkan ibadah kita sebagai umat hamba Tuhan. "Marilah bersama-sama kita lanjutkan untuk membangun bangsa dan negara menuju Indonesia yang maju, sejahtera, dan bermartabat dalam lindungan Allah SWT," kata SBY.

Selanjutnya, gema takbir pun berkumandang sebagai tanda bulan suci Ramadan telah berakhir. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. La Ilaha Illallahhu Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lilla Ilhamd.

Turut serta dalam Takbir Akbar ini sejumlah menteri KIB II, diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menhut Zulkifli Hassan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadhel Muhammad, Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar, Menteri PDT Helmy Faisal. Hadir pula Gubernur DKI Fauzi Bowo, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Ketua DPD Irman Gusman, para duta besar negara sahabat, dan Quraish Shihab. (yun)