Berita Utama

Presiden SBY Pimpin Sidang Paripurna Kabinet

Presiden SBY saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Selasa (14/9) siang. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Selasa (14/9) siang. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, memimpin Sidang Paripurna Kabinet dengan agenda mendengarkan laporan hal-hal yang sangat menonjol dalam pengamanan dan pelayanan mudik Lebaran di Kantor Presiden, Selasa (14/9) siang. Kepada seluruh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Presiden SBY menjelaskan bahwa lebih dari 11 juta masyarakat Indonesia dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu ini bepergian dari satu tempat ke tempat lain, dari satu provinsi ke provinsi lainnya, baik melaui darat, laut, maupun udara.

“Hampir pasti dengan jumlah yang begitu besar dibandingkan dengan infrastruktur serta kemampuan pelayanan yang ada selama ini, tentu ada tantangan-tantangan tersendiri. Ada masalah-masalah yang dihadapi, bisa dalam urusan lalu lintas, pelayanan, dan konsentrasi manusia yang begitu besar sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Itu logis, wajar, tetapi yang penting mari terus kita lakukan pelayanan yang baik,“ ujar Presiden.

Presiden SBY menghendaki setelah tuntas pelayanan mudik Lebaran tahun ini, jajarannya dapat menemukan hal-hal yang harus diperbaiki, disempurnakan, dan dikoreksi tanpa harus menunggu mendekati waktu Lebaran mendatang. “Nagrek misalnya, tradisional itu jadi check point, jadi bottleneck. Saya pernah meninjau dua kali dalam kurun waktu enam tahun ini, saya dengar masih ada juga masalah. Kalau kita ingin menggembangkan cara yang lebih baik lagi setelah mengkoreksi, belajar dari pengalaman, perbaikannya tidak harus menunggu dua-tiga bulan sebelum Lebaran 1432 Hijiriah. Bisa kita lakukan sekarang karena dengan waktu yang lebih memadai tentu yang kita lakukan lebih baik lagi,“ SBY menerangkan.

Hal lain yang dijelaskan Presiden SBY dalam pengantarnya adalah terkait masalah disiplin dalam pelayanan pubik. SBY telah diberikan laporan oleh Mensesneg Sudi Silalahi bahwa pegawai atau karyawan lembaga kepresidenan semua mematuhi waktu yang telah ditetapkan dalam menjalankan cuti bersama dan Presiden ingin hal baik ini juga berlaku di semua instansi pemerintahan bahkan instansi negara.

“Kita ingin bangsa ini memiliki disiplin dan semangat untuk membangun yang tinggi. Kita belum makmur, belum sejahtera benar, masih banyak yang harus kita lakukan. Jangan kita menunjukkan bangsa yang sudah menganggap segalanya cukup. Belum. Oleh karena itu, saya sebagai pemimpin meminta saudara semua bersama-sama saya dan wakil presiden untuk terus memelihara disiplin dan semangat untuk berkerja, semangat untuk membangun,“ terang Presiden SBY.

“Saya tadi melihat di televisi, pasar saham kita belum buka. Disitu disebutkan sejak tanggal 7 September, satu minggu, sedangkan negara lain itu tutup paling-paling dua sampai tiga hari. Ini sudah seminggu, apakah tidak terganggu aktivitas ekonomi? Aktivitas dunia usaha? Meskipun seolah-olah ini kesepakatan antara pihak pengelola dengan pelaku-pelaku pasar modal, tetapi ingat kita harus menunjukkan bahwa kita serius membangun, serius mengalakan dunia perekonomian dan dunia usaha kita, “

Menyangkut pelayanan publik, Presiden menjelaskan, terdapat istilah yang baik, yaitu state never sleep. “Boleh rakyatnya, penduduknya, warganya istirahat, rileks tetapi negara tidak boleh berhenti dalam memberikan pelayanan,“ ujar Presiden.

Dalam bagian kedua Sidang Paripurna tersebut, Presiden SBY akan memberikan instruksi khusus kepada jajaran KIB II terkait apa saja langkah yang harus dilakukan ke depan dalam rangka pengamanan dan pelayanan mudik Lebaran. Presiden juga akan melakukan pengecekan langsung terhadap arus balik yang diperkirakan akan jatuh dalam minggu ini.

Pada awal sidang, Presiden SBY sekali lagi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi jajarannya yang merayakan. “Jika saya memimpin saudara, terutama satu tahun terakhir ini ada hal-hal yang kurang berkenanan, mungkin saya terlalu keras, sekali-sekali memberikan teguran dan saudara kurang berkenan, saya minta maaf,“ kata SBY.

“Tetapi dalam kapasitas saya sebagai kepala pemerintahan, apa yang saya lakukan itu memang merupakan tugas dan kewajiban saya. Oleh karena itu, kedepan dengan semangat baru, kita jalankan tugas bersama dengan penuh tanggung jawab dan dengan sebaik-baiknya,“ lanjut Presiden SBY.

Sidang Kabinet Paripurna kali ini dihadiri seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II diantaranya, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menhub Freddy Numberi, dan Kapolri Bambang Hendarso Danuri. (dit)