Berita Utama

Segera Lakukan Evaluasi Agar Tahun Depan Lalu Lintas Dapat Dikelola Lebih Baik

Presiden SBY berbincang dengan pemudik bermotor, saat meninjau Posko Simpang Jomin, Karawang, Jabar, Jumat (17/9) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY berbincang dengan pemudik bermotor, saat meninjau Posko Simpang Jomin, Karawang, Jabar, Jumat (17/9) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Cikampek: Penambahan jumlah kendaraan, baik roda dua maupun empat, yang luar biasa karena adanya peningkatan daya beli masyarakat, di satu sisi bisa dikatakan baik. Namun konsekuensinnya manajemen lalu lintas harus dikelola lebih baik lagi untuk melakukan pengamanan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini ketika meninjau posko mudik Pos Aju Cikopo di gerbang tol Cikampek, Purwakarta, Jumat (17/9) pagi.

Presiden juga menginstruksikan kepada instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi. "Apa yang mesti disempurnakan ya disempurnakan. Kalau itu menyangkut infrastruktur, apabila perlu dibangun, bangunlah dari sekarang sehingga tahun depan kita bisa mengantisipasi dan lalu lintas dapat terkelola dengan baik," kata SBY.

Selain itu, Kepala Negara juga berpesan kepada jajaran pemerintah, bupati, walikota, untuk melakukan pemantauan dan kontrol, sering kelapangan agar fungsi berjalan baik. "Manakala perlu cuti lakukan setelah kita bertugas, memberikan pelayanan dan pengamanan kepada saudara-saudara kita yang mudik Lebaran," ujar Presiden.

SBY juga menginstruksikan agar para petugas yang telah bekerja diberi waktu beristirahat. "Kepada petugas yang kerja siang dan malam bisa istirahat cuti, dan mendapatkan insentif lain yang sepatutnya diberikan kepada mereka," Presiden menegaskan.

Pada kesempatan ini, Presiden mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran Polri, jajaran Pemda, TNI dan semua petugas negara. "Saya berpesan agar menuntaskan tugas yg diemban sampai waktu yang telah ditetapkan," ujar Presiden. "Saya tahu tugas tidak ringan, secara fisik lelah, menimbulkan ketegangan karena didasari tanggung jawab dan keinginan untuk terus meningkatkan kinerja," SBY menambahkan.

Sebelumnya Kapolri Bambang Hendarso Danuri melaporkan jumlah kendaraan yang mudik melalui tol Cikampek mencapai 4 juta kendaraan, dan sekitar 40 ribu kendaraan per hari. "Seluruh pos sampai ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat diikendalikan melalui satu pos di Cikampek," kata Kapolri.

Angka kecelakaan mengalami penurunan dari tahun lalu yang mencapai 1.666 kasus dimana 606 orang meninggal dunia. Tahun 2010, terdapat 1.351 kasus dengan 302 orang meninggal dunia.

Semmentara itu, karena jalur Nagrek sudah bagus, mengalami peningkatan hingga 30 persen. Sedangkan jalur Pantura hanya meningkat 9 persen.

Terkait amblasnya jalan R. Martadinata, Jakarta Utara, sedalam 100 meter karena adanya rongga abrasi, Presiden mengintruksikan untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. "Saya dukung apa yang dilaksanakan PU. Tidak usah menunggu menjelang tahun depan. Sekarang dicek semua, seperti dulu danau Situ Gintung," Presiden menjelaskan.

Kepala Negara menegaskan tidak menyukai adanya kejadian pimpinan yang tidak bereaksi atau merespon sesuatu. "Bahkan lebih dulu tahu saya dibandingkan bupati atau walikota. Ini terbalik," SBY menandaskan.

Usai meninjau posko di Cikampek, Presiden dan rombongan terbatas langsung bergerak ke Simpang Jomin, Kabupaten Karawang, untuk melihat dan berbicara langsunng dengan pemudik, salah satunya keluarga pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Kemudian SBY melaksanakan ibadah salat Jumat dan makan siang di masjid dan rumah makan yang tidak jauh dari tol Cikampek. (yun)

 

Link Terkait: