Berita Utama

Pemerintah Akan Cari Solusi untuk Kelanjutan Program Pembangunan Papua

Menko Kesra Agung Laksono saat memberikan keterangan pers, usai sidang kabinet terbatas, di Kantor Presiden, Senin (20/9) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
Menko Kesra Agung Laksono saat memberikan keterangan pers, usai sidang kabinet terbatas, di Kantor Presiden, Senin (20/9) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Pemerintah akan melakukan upaya-upaya mencari solusi untuk kelanjutan program pembangunan Papua dengan pendekatan kesejahteraan rakyat, terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah mendasar seperti pertanian, pendidikan, kesehatan dan peningkatan sumberdaya manusia. Menko Kesra Agung Laksono mengatakan hal ini dalam keterangan pers usai rapat terbatas bidang kesra di Kantor Presiden, Senin (18/9) sore.

Menurut Menko Kesra, nantinya juga direncanakan membangun model-model pemukiman yang terpadu di Papua yang diharapkan dapat memenuhi persyaratan layak huni. Pemukiman ini terintegrasi dengan seluruh komponen masyarakat setempat.

Ratas juga membahas program sejenis Sail Banda 2010 yang dinilai sukses. Tahun mendatang akan dibuat program di tempat lain di tanah air, dengan urutan tahun 2011 diadakan di Belitung dengan nama Sail Belitong, tahun 2012 bertepatan dengan program Visit Lombol 2012 akan diadakan Sail Lombok. Lalu, Sail Morotai pada tahun 2013.

“Semula Sail Morotai direncanakan diadakan pada tahun 2012. Kita geser satu tahun supaya persiappannya cukup, terutama dalam hal infrastuktur dan persiapan lainnya. Waktu tepatnya akan diumumkan kemudian," ujar Agung.

Poin berikuutnya yang sampaikan oleh Agung Laksono terkait dengan program PNPM Mandiri dan Bantuan Langsung Mandiri (BLM). Kedua program ini dinilai berhasil mendorong kegiatan ekonomi rakyat dan akan terus dilanjutkan hingga tahun 2014 mengingat masih banyaknya kantung kemiskinan. ”Sesuai dengan programnya, harusnya hanya tiga tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010 sudah selesai. Tetapi, kebijakan bapak Presiden tadi, masih diperlukan mengingat daerah-daerah belum semuanya siap menggatikan program atau anggaran dari pemerintah pusat," Menko Kesra menjelaskan.

"Dengan catatan, ownership dari program ini diperluas. Tidak saja ini program pemerintah pusat atau gubernur, tapi juga masyarakat langsung sehingga memiliki rasa memiliki yang tinggi karena pada dasarnya program PNPM selama ini ditentukan dari rakyat, direncanakan oleh rakyat, diawasi oleh rakyat, dan dilaksanakan oleh rakyat itu sendiri," Agung Laksono menambahkan.

Yang terakhir yang dijelaskan oleh Menko Kesra Agung Laksono, sesuai arahan Presiden SBY, adalah terkait dengan makam presien ke empat Republik Indonesia, Abdurraham Wahid. Pemerintah akan membangun infrasturktur di sekitar komplek pemakamanyang berlokasi di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu.

Untuk makam Gus Dur sendiri, sesuai dengan permintaan keluarga, hanya akan dirapikan. “Infrasturkturnya yang diutamakan itu akan dibangun oleh pemerintah, dan dilaksanakan secara gotong royong anggaran pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten Jombang. Akan dilakasanakan mulai tahun ini secara bertahap," kata Agung Laksono. Dengan pembangunan ini diharapkan para penziarah yang mencapai ribuan setiap harinya akan merasa lebih nyaman dan masyarakat setempat akan memperoleh manfaat yang positif. (dit)

 

Link Terkait: