Berita Utama
Sabtu, 25 September 2010, 12:12:19 WIB
SBY: "Saya Berharap Organisai Keagamaan Memberi Energi Positif"
Presiden SBY saat menyampaikan sambutan pembukan Muktamar XIV Persis di kompleks Masjid Aisyiah, Tasikmalaya, Sabtu (25/9) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
"Saya berharap organisasi keagamaan memberi energi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Presiden SBY dalam sambutan pembukaan Muktamar XIV Persatuan Islam (Persis) di kompleks Masjid Aisyiah, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (25/9) pagi.
Energi positif itu salah satunya adalah dapat berinvestasi melalui peran membangun akidah dan perilaku umat. "Kita berharap Persis dapat mengembalikan energi positifnya untuk membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter, berahlak mulia, berbudi luhur, dan berdaya saing," SBY menambahkan.
Presiden juga berharap Persis dapat menjembatani peradaban Islam, Timur, dan Barat sehingga tercapai harmoni yang menyejukkan. "Kita patut menghindari cara-cara kekerasan, sebab kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah, justru akan membawa masalah baru yang lebih rumit dan lebih kompleks," ujar Presiden SBY.
Pada September ini terjadi berbagai peristiwa yang mengusik rasa keagamaan kita. Yang pertama, rencana pembakaran Alquran oleh Pendeta Terry Jones dari Florida, AS. "Saya dan segenap kaum muslim sangat terusik dengan rencana yang tidak dapat diterima akal sehat itu," kata Presiden. Sebagai kepala negara dengan umat muslin terbesar, SBY telah mengirim surat kepada pemerintah AS dan Sekjen PBB untuk mencegah tindakan yang mengancam keutuhan umat di dunia itu.
Peristiwa kedua, tindak kekerasan pada 12 September 2010, yakni penyerangan terhadap jemaat yang hendak beribadah. "Dalam kesempatan ini saya ingin menegaskan kembali bahwa kebebasan beribadah dan beragama, agama apapun, di negeri ini dilindungi," Kepala Negara menegaskan.
Presiden mengingatkan bahwa pikiran dan tindakan merusak adalah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Sebaliknya yang harus dilakukan adalah memastikan semua warga negara, tanpa kecuali, mendapatkan perlakuan yang sama di depan hukum. "Semua warga negara juga memiliki kewajiban yang sama untuk menghormati konstitusi dan undang-undang, memelihara ketertiban umum, dan menjaga kerukunan serta toleransi," kata SBY.
Kepada para ulama Persis, Presiden berharap mereka meningkatkan kualitas dakwah dengan memberikan perhatian besar pada visi keislaman, kebangsaan, dan kesejahteraan. "Salurkan energi positif para jankiah Persis untuk bersama dengan komponen bangsa lainnya mengatasi berbagai masalah keumatan dan kebangsaan. Bangunlah terus kemitraan dengan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan umat," Presiden menandaskan. (dit)



