Berita Utama

Koentoro Mangkusubroto

Yang Kurang dari 50 Persen itu Tindak Lanjut Arahan, Bukan Kinerja Kabinet

Jakarta: Dari 77 arahan Presiden sepanjang Januari-Juni 2011, kurang dari 50 persen yang ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga negara. Tindak lanjut arahan tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden dengan tembusan kepada UKP4.

Kepala UKP4 Koentoro Mangkusubroto menyampaikan hal ini seusai sidang kabinet terbatas, di Kantor Presiden, Jumat (15/7) petang. Koentoro perlu menjelaskan ini sekaligus untuk meluruskan seolah-olah pernyataan Presiden SBY mengenai masih sedikitnya instruksi presiden yang dijalankan jajaran kabinetnya merupakan sinyal reshuffle.

Menurut Koentoro, dalam sidang kabinet lalu UKP4 hanya melaporkan semua arahan, perintah, instruksi dari Presiden di dalam sidang kabinet maupun rapat terbatas sejak Januari 2011. "Di dalam sidang-sidang yang diselenggarakan sejak bulan Januari sampai Juni itu ada 77 perintah, arahan, dan instruksi Presiden yang diberikan kepada menteri dan kepala lembaga," Koentoro menjelaskan.

Dari 77 arahan tersebut, UKP4 , berdasarkan pemantauan terhadap laporan tertulis yang disampaikan oleh para menteri atau kepala lemabaga, diketahui yang tercapai kurang dari 50 persen. "Jadi, kurang dari setengah dari jumlah 77 tadi, itu tentang tindak lanjut arahan Presiden, bukan (penilaian) kinerja kabinet," Kepala UKP4 menambahkan.

Penilaian soal kinerja kabinet sendiri , ujar Koentoro, didasarkan kepada 356 rencana aksi yang ditetapkan untuk dipantau sejak Januari, sebagai bagian dari Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2011. "Laporan-laporan dari kementerian dan lembaga sudah masuk, karena ini dipantau 3 bulan sekali, dan laporan terakhir masuk adalah untuk bulan Juni," kata Koentoro.

Sekarang ini sedang dilakukan tinjauan paruh waktu (mid-term review) 2011. "Ini yang disebut dengan kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II di tahun 2011," ujar Kepala UKP4.

Koentoro kembali menegaskan, bahwa yang disampaikan Presiden SBY pada sidang paripurna kabinet, 7 Juli lalu, adalah tindak lanjut dari perintah, arahan, instruksi di berbagai sidang kabinet. "Sebetulnya mungkin lebih banyak lagi laporan yang disampaikan atau tindak lanjut yang telah dlakukan, tetapi karena tidak ada laporan tertulis kepada Presiden atau Kepala UKP4 maka itu tidak tercatat, sehingga yang kemudian tercatat kurang dari 50 persen tadi," Koentoro memjelaskan.

Arti sebenarnya dari kata-kata Presiden mengenai kurang dari 50 persen, kata Koentoro, untuk mengingatkan para menteri dan kepala lembaga. "Saya kira ini yang menjadi inti dari semuanya," Kepala UKP4 menegaskan.

Sementara itu Sekretaris Kabinet Dipo Alam, yang memberi penjelasan sesudah Koentoro, menambahkan, selama Januari hingga Juni 2011, arahan Presiden dalam sidang dan rapat-rapat, baik di istana maupun di luar istana, baik di Jakarta, daerah, maupun luar negeri tercatat ada 761.

"Rinciannya, arahan spesifik kepada salah satu menteri 561, kepada beberapa menteri 144, kepada seluruh menteri 56," Dipo Alam menjelaskan. "Laporan saat ini sudah masuk ke Sektretaris Kabinet, bahkan saya katakan, prosentasenya cukup besar, di atas 70 persen," Dipo Alam menambahkan. (dit)