Berita Utama

Presiden Tutup Raker Pemerintah

Mari, Tetap Semangat Mengemban Tugas

Presiden SBY menyampaikan arahan penutupan Raker Pemerintah 2012 di PRJ, Kemayoran, Kamis (19/1) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan arahan penutupan Raker Pemerintah 2012 di PRJ, Kemayoran, Kamis (19/1) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan, tidak mudah membangun negara kita di tengah aspirasi dan tuntutan rakyat yang tinggi. Persoalan sangat kompleks, juga ada persoalan masa lalu, sementara kemampuan anggaran negara terbatas.

"Tapi ini ibadah. Mari kita terus bersemangat dan bertekad untuk menyelesaikan tugas kita bersama-sama," kata Presiden SBY ketika menyampaikan arahannya dalam penutupan Rapat Kerja Pemerintah 2012 di Hall C Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Kamis (19/1) sore.

Raker ini sendiri dibuka Wapres Boediono tadi pagi. Rapat dihadiri Gubernur, Bupati, Walikota, Ketua DPRD seluruh Indonesia, para menteri KIB II, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Selain memberika arahan, Presiden juga melakukan review pencapaian pemerintahan pada 2011 dan tantangan tahun 2012. Ada enam direktif umum dan 16 instruksi khusus disampaikan Presiden untuk menyukseskan pembangunan ahun anggaran 2012.

Di awal arahannya, Presiden menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, termasuk para pimpinan daerah. "Permasalahan dan tantangan yang sama-sama kita hadapi amat kompleks dan tidak selalu mudah untuk mengatasinya," ujar Presiden SBY.

Pada kesempatan ini Presiden menyampaikan selamat bertugas kepada pemimpin daerah yang pada Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), April 2011 lalu, belum menjabat. "Pesan saya, setelah pemilukada saudara harus berhenti berkampanye dan berjanji saatnyalah saudara-saudara untuk bekerja keras," SBY mengingatkan.

Sering kali pada saat memimpin, lanjut Kepala Negara, apa yang dulu tidak dibayangkan suatu masalah itu kompleks ternyata dalam praktiknya kompleks dan memerlukan usaha yang luar biasa untuk menghadapinya. “Tetapi terimalah tugas dan tanggung jawab itu demi kemajuan daerah dan masyarkat yang memilih saudara," SBY menandaskan. (dit)

 

Link Terkait: