Berita Utama

Tiba di Hungaria, Disambut Wakil PM Zsolt Semjen

Presiden SBY dan Ibu Ani tiba di Bandara Ferenc Liszt, Budapest, dari Jerman, untuk kunjungan kenegaraan, Rabu (6/3) pagi waktu setempat. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani tiba di Bandara Ferenc Liszt, Budapest, dari Jerman, untuk kunjungan kenegaraan, Rabu (6/3) pagi waktu setempat. (foto: abror/presidensby.info)
Budapest, Hungaria: Setelah terbang sekitar 2 jam dari Berlin, Jerman, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono tiba di Budapest, ibu kota Hungaria. Pesawat khusus kepresidenan A330-300 milik Garuda mendarat di Bandara Ferenc Liszt, Rabu (6/3) pukul 11.00 waktu setempat atau 17.00 WIB. Dubes Indonesia Maruli Tua Sagala menyambut Presiden di pintu pesawat.

Di kaki tangga pesawat, Presiden SBY disambut Wakil PM Hungaria Zsolt Semjén. Kunjungan ke Budapest ini atas undangan Presiden Republik Hungaria János Áder.

Presiden SBY dan Presiden János Áder. akan langsung melakukan pertemuan bilateral di Istana Sandor (Alexander dalam bahasa Inggris; red), pukul 15.00 waktu Budapest. Pertemuan membahas upaya peningkatan hubungan bilateral di berbagai bidang, utamanya ekonomi. Kedua kepala negara juga akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU kerja sama pelatihan diplomatik antarkementerian luar negeri kedua negara.

Kamis (7/3), Presiden SBY diagendakan bertemu PM Viktor Orbán di Gedung Parlemen Hungaria, Országház. Di Hungaria, perdana menteri berkantor bersama parlemen di gedung yang sama. Setengah jam melakukan pembicaraan dengan PM Orbán, Presiden bersiap untuk meletakkan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan.

Pada pukul 14.00 waktu setempat, SBY dijadwalkan menerima kunjungan kehormatan CEO perusahaan energi terbarukan Hungaria. Presiden dan Ibu Ani beserta delegasi akan meninggalkan Hungaria untuk kembali ke Tanah Air pada Jumat (8/3) pukul 09.00 waktu Budapest.

Republik Hungaria adalah sebuah negara di Eropa tengah. Berbatasan dengan Austria di sebelah barat, Slowakia di utara, Ukraina di timur, Rumania di tenggara, dan Kroasia serta Serbia di selatan. Negara Hungaria semula berbentuk monarki Austria-Hungaria, pada 1867. Kerajaan ini diperintah secara terpisah di dua kota, yakni Wina dan Budapest. Setelah Perang Dunia I, 1918, Hungaria menjadi negara tersendiri.

Antara tahun 1956 hingga 1989 Hungaria menganut sistem sosialis. Pada 23 Oktober 1989, terjadi perubahan sistem secara damai dan Hungaria memproklamasikan bentuk republik ketiga --tanggal tersebut merupakan simbol menandai ulang tahun pecahnya Revolusi 1956. Revolusi 1956 adalah momen keluarnya Hungaria dari Pakta Warsawa. Republik pertama dibentuk pada tahun 1918 dan republik kedua pada 1946.

Hungaria tidak mengenal hari kemerdekaan (independence day). Perayaan nasional mereka dikenal sebagai Hari Nasional, jatuh pada 20 Agustus. Tanggal tersebut menandai penobatan Raja Istvan (Stephen, dalam bahasa Inggris) sebagai 'Orang Suci' atau Saint oleh Vatikan, pada 1083.

Kini Hungaria menganut sistem pemerintahan republik demokratis. Presiden Hungaria dipilih oleh parlemen untuk masa jabatan 5 tahun. Kekuasaannya mencakup menunjuk perdana menteri dan menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata. Bahasa Hungaria sangat khas, berbeda dengan bahasa negara-negara sekitar. Mata uangnya Forint. (osa/har)

 

Link Terkait: