Berita Utama

Pertemuan Bilateral dengan Kanselir Jerman

Kerja Sama Indonesia-Jerman Meningkat Sejak Deklarasi Jakarta Ditandatangani

Presiden SBY dan Kanselir Merkel memberikan keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral di Kantor Kanselir Jerman, Selasa (5/3) sore waktu setempat. (foto: muchlis/presidenri.go.id)
Presiden SBY dan Kanselir Merkel memberikan keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral di Kantor Kanselir Jerman, Selasa (5/3) sore waktu setempat. (foto: muchlis/presidenri.go.id)
Berlin, Jerman: Sejak deklarasi Jakarta ditandatangani, ada peningkatan kerja sama yang lebih nyata antara Indonesia dan Jerman. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada keterangan pers bersama Kanselir Jerman Angela Merkel, usai melakukan pertemuan bilateral di Kantor Kanselir Jerman, Selasa (5/3) pukul 17.00 waktu Berlin, atau 23.00 WIB.

“Semua yang kita jadikan prioritas mulai dari perdagangan dan investasi, pendidikan, kesehatan, industri pertahanan, riset dan teknologi, termasuk pangan energi dan transportasi, semuanya terus berjalan,” ujar Presiden SBY.

Kepala Negara melihat interaksi antara sektor swasta Jerman dan Indonesia terus meningkat, demikian juga pembicaraan diantara pemerintah kedua negara yang terus dilakukan. “Ini suatu yang menggembirakan mengingat peran Jerman di Eropa dan dunia, demikian juga apa yang dilakukan di kawasan Asia Tenggara baik, secara ekonomi, politik dan keamanan,” kata Presiden SBY.

“Apabila Jerman dan Indonesia terus meningkatkan kemitraan strategisnya, tentu akan membawa kebaikan, baik bagi kedua kawasan dan dunia,” SBY menambahkan.

Pembahasan lebih rinci, Presiden menambahkan, terkait energi terbarukan, usaha mikro kecil dan menengah, pariwisata, dan juga komitmen Indonesia dalam menjaga kerukunan diantara warga Indonesia juga dibicarakan. “Sebagai negara demokrasi dan negara yang menghormati hak asasi manusia, kami akan bekerja terus mengkonsolidasikan demokrasi kami, memenuhi kewajiban kami, yang tentu menjadi bagian dari sebuah negara demokrasi,” Presiden menjelaskan.

SBY menilai apa yang direncanakan oleh pemerintah Indonesia dan Jerman, baik itu di Berlin tahun 2009 dan Jakarta 2012 sekarang ini telah menghasilkan realisasi yang lebih nyata. Terkait resesi ekonomi global yang belum selesai, Presiden menambahkan, dibutuhkan kontribusi dari semua pihak. “Jerman memainkan peran yang penting, Indonesia juga melakukan hal yang sama,” SBY menandaskan.

Sementara itu Kanselir Angela Merkel pada kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia adalah teladan dalam kehidupan rukun dan damai ditengah banyak perbedaan etnis, agama, dan budaya. “Tadi Presiden SBY dalam pertemuan mengatakan bahwa kehidupan secara damai antara minoritas dengan mayoritas di Indonesia masih tetap berjalan dengan baik, dimana diusahakan sekuat mungkin untuk menghilangkan konflik-konfliknya,” kata Merkel. (dit/osa)