Berita Utama

SBY: Berkunjung ke Indonesia Dapat membuat Ketagihan

Presiden SBY memberikan sambutan pada Pembukaan Pameran Pariwisata Internasional ITB Berlin di ICC/Messe Berlin, Jerman, Selasa (5/3) malam waktu setempat. (foto: abror/presidenri.go.id)
Presiden SBY memberikan sambutan pada Pembukaan Pameran Pariwisata Internasional ITB Berlin di ICC/Messe Berlin, Jerman, Selasa (5/3) malam waktu setempat. (foto: abror/presidenri.go.id)
Berlin, Jerman: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan bahwa berkunjung ke Indonesia dapat membuat ketagihan. "Mereka yang sudah pernah datang ke Indonesia biasanya akan tersihir dan terpesona, dan mereka akan berkunjung lagi dan lagi. Ini dapat terjadi juga pada anda, jadi tolong pertimbangkan hal ini sebagai suatu peringatan," promosi Presiden SBY yang disambut gelak tawa 4.500 undangan yang hadir pada Pembukaan Pameran Pariwisata Internasional ITB Berlin di ICC/Messe Berlin, Jerman, Selasa (5/3) malam waktu setempat, atau Rabu (6/3) lewat tengah malam WIB.

"ijinkan saya menerangkan mengapa Indonesia adalah tujuan wisata yang menyenangkan. Indonesia barangkali adalah negara yang paling beragam di dunia. Kami adalah negara dengan seperempat miliar penduduk, berasal dari 1.128 kelompok etnis, berbicara ratusan bahasa, yang hidup dalam tiga perbedaan waktu, di negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.000 pulau. Iya, anda mendengar dengan benar, lebih dari 17.000 pulau. Itulah mengapa saya percaya, ketika bangsa kami dianugerahi banyak sumber daya alam, kekayaan terbesar Indonesia terletak pada orang-orangnya, tradisi, hikayat, dan kebudayaan," SBY menjelaskan.

Indonesia bukan negara Islam. "Pada kenyataannya, sebagai konstitusional penting, Indonesia menghormati kebebasan beragama dan mengakui lima agama, yaitu Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Konfusianisme. Bersama-sama, kami merayakan Idul Fitri, Isra Miraj, Natal, Paskah, Nyepi, Waisak, Tahun Baru Cina sebagai libur nasional kita. Anda pasti akan menyadari keluarbiasaan ini, bahwa negara yang paling beranekaragam di dunia adalah juga negara yang sangat toleran dan harmonis," terangnya.

Presiden SBY kemudian memperkenalkan tempat-tempat di Indonesia yang patut dikunjungi, seperti Pulau Komodo, Borobudur, Bunaken, Kalimantan, Raja Ampat, dan Bali. Kepala Negara juga memperkenalkan beberapa makanan khas Indonesia seperti rendang dan nasi goreng. Tidak lupa Presiden SBY memperkenalkan batik, keris, wayang, angklung, dan tarian Saman yang telah dipilih UNESCO sebagai warisan budaya.

"Ketika berkunjung ke Indonesia, anda akan terkaget-kaget dengan kemacetan di sana. Tetapi hal ini juga merupakan pertanda baik, yaitu Indonesia berada dalam pembangunan yang cepat. Smith Travel Research mengklaim bahwa Indonesia telah menjadi negara ketiga tertinggi untuk pembangunan hotel, berada di bawah India dan Cina. Indonesia juga menjadi tujuan utama bagi investasi luar negeri di bidang pariwisata," terang Indonesia.

Presiden kemudia sekali lagi mengundang masyarakat di seluruh dunia untuk berkunjung dan menikmati keanekaragaman budaya Indonesia. (osa/dit)