Usai meresmikan jalur ganda KA Serpong-Tanahabang, di Stasiun Serpong, Provinsi Banten, Rabu (4/7) siang, Presiden SBY dan Ibu Ani pun kembali ke Jakarta dengan kereta api. Seperti penumpang lainnya, SBY dan Ibu Ani membeli tiket KRL AC Ekonomi di loket seharga Rp 5 ribu. Bedanya, tiket elektronik khusus yang dibeli SBY dan Ibu Ani sudah tercantum nama Presiden SBY dan Ibu Ani. Setelah membeli tiket, kereta pun siap berangkat. Naik kereta api, tut... tut... tut. Siapa hendak turut...

KRL AC Ekonomi ini menempuh perjalanan lebih kurang 40 menit. Melewati Rawabuntu, Ciater, Sudimara, Jurangmangu, Pondok Ranji, Pondok Bitung, Kebayoran, Palmerah, dan Tanahabang. Setelah berhenti di beberapa stasiun, termasuk stasiun Tanahabang, kereta kemudian berputar arah menuju Gambir, karena Presiden SBY hendak kembali ke Istana. Dengan tiket ekonomis seharga Rp 5 ribu, penumpang dapat menikmati perjalanan kereta api ber-ac yang nyaman.

Menurut Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, dengan jalur ganda ini, kapasitas kereta api Tanahabang-Serpong yang semula berjumlah 89 perjalanan, dapat ditingkatkan menjadi 178 perjalanan kereta api per hari. Presiden SBY juga mengingatkan bahwa kenyamanan dan keselamatan pengguna kereta api harus diutamakan. "Pemerintah ingin mewujudkan zero accident atau setidak-tidaknya meminimalkan terjadinya kecelakaan. Tentu kita perlu meninjau ulang aspek keselamatan sarana transportasi Indonesia," kata Presiden SBY.

Mendampingi Presiden dalam perjalanan ini antara lain Menteri Perhubungan, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Ketua Wantimpres Ali Alatas, dan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng. (osa)


Keterangan foto: Presiden SBY dan Ibu Ani berserta rombongan kembali ke Jakarta menaiki KRL AC Ekonomi Serpong-Tanahabang, usai meresmikan pengoperasian jalur ganda Kereta api Tanahabang-Serpong di Stasiun Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (4/7) siang. (foto: abror/presidensby.info)