Dalam era reformasi kedua ini, sudah mulai banyak yang mempertanyakan apa sistem ketatanegaraan dan kehidupan politik seperti sekarang yang ingin dituju dan dibangun di Indonesia. "Jawabannya bukan hanya kata-kata tapi kita harus melakukan telaah dan langkah positif," ujar SBY pada acara buka puasa bersama Dewan Presidium Persatuan Nasional Indonesia dan anggota partai koalisi di Puri Cikeas Indah, Minggu (5/9) petang.

"Mana yang baik dipertahankan," SBY menambahkan. Reformasi itu identik dengan kesinambungan dan perubahan, lanjut SBY, sementara integrasi dan disintegrasi pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Presiden berharap para tokoh nasional terus berkontribusi dalam pembangunan, khususnya dalam era reformasi kedua ini.

Kepada para partai koalisi, Kepala Negara menitipkan pesan, walaupun setiap partai memiliki urusan rumah tangga sendiri, namun hendaknya partai menyediakan pikiran, waktu, dan tenaga untuk bersama-sama menyukseskan perubahan besar di dunia ini. "Dalam konteks itulah, saya ingin mengajak saudara untuk melihat konteks yang lebih luas," jelas SBY.

Keterangan foto: Presiden SBY salat Maghrib berjamaah pada acara buka puasa bersama Dewan Presidium Persatuan Nasional Indonesia dan anggota partai koalisi di kediaman pribadi, Puri Cikeas Indah, Minggu (5/9) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)