Arsip Kibar

« Agustus 2007 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Kibar

Sang Komandan Upacara

Kolonel Inf Dedi Kusnadi Thamim dan istrinya, Peltu WARA-AU, Eulis Rosma. (foto: nenden/presidensby.info)
Kolonel Inf Dedi Kusnadi Thamim dan istrinya, Peltu WARA-AU, Eulis Rosma. (foto: nenden/presidensby.info)
Suaranya lantang, langkahnya tegap, wajahnya tegas. Berdiri gagah di tengah-tengah halaman tengah Istana Merdeka. Dialah Kolonel Inf Dedi Kusnadi Thamim, Komandan Upacara pada upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-62, Jumat (17/8) pagi. Kalau pada upacara pengibaran bendera pagi hari yang bertindak sebagai Komandan Upacara Kolonel Inf Dedi Kusnadi Thamim , maka yang menjadi Komandan Upacara penurunan bendera sore hari adalah Dansatlinlamil, Jakarta Kolonel Laut (P) Drs Barkah Suheryanto.

Nafas lega dan senyum bahagia mengembang di wajah Dedi Kusnadi Thamim, yang lahir di Bandung 31 Agustus 1958 ini, sesaat setelah rangkaian upacara detik-detik Proklamasi selesai. Ucapan selamat yang mengalir dari rekan, kerabat, dan tamu dilayaninya dengan ramah. Tidak sedikit tamu undangan yang meminta untuk berfoto bersama. ”Saya bangga karena ini adalah kesempatan yang baik bagi saya untuk tampil. Ini berkat dukungan semua pasukan dan pimpinan yang menunjuk saya sebagai komandan upacara,” ujar Dedi yang tak dapat menyembunyikan kebahagiannya. Ia gamit istrinya, Eulis Rosma, untuk menemaninya menerima ucapan selamat.

Dari pernikahannya dengan TNI-AU/Wara Peltu Eulis Rosma, Dedi dikaruniai dua orang anak. ”Ini istri saya hadir juga untuk memberikan semangat pada saya,” kata Dedi sambil menunjuk wanita cantik berkebaya yang berdiri di sebelahnya. ”Anak-anak saya tidak ikut. Mereka menonton saja lewat televisi karena katanya bisa lebih jelas melihat ayahnya,” tambahnya.

”Yang paling utama adalah berkat dari Allah, saya dibimbing untuk menjalankan tugas ini dengan baik. Memang ada perasaan deg-degan, namun Alhamdulillah ini semua saya anggap sebagai latihan sehingga semuanya dapat berjalan lancar,” kata Dedi. Menurutnya, seleksi dan latihan yang dilaksanakan cukup ketat, dan itu disyukurinya karena bisa menjalaninya dengan baik. ”Selama tiga minggu saya berlatih bersama rekan-rekan saya yang lain. Kami hanya diberi waktu libur pada hari Sabtu dan Minggu saja, selebihnya terus latihan,” jelasnya.

Dedi Kusnadi Thamim lulus dari Akademi Militer pada tahun 1982, kemudian melanjutkan pendidikan Sissarcab Inf tahun 1983. Di tahun 1985, 1991, dan tahun 1995, Dedi pernah mendapatkan penugasan pada operasi militer Tim-Tim. Sebelum bertugas sebagai ASOPS di Kasdam Jaya/Jayakarta yang baru dijalaninya mulai dari tanggal 15 Juli 2006, pria berdarah Sunda ini pernah bertugas sebagai Danyonif 527 dan Kasdim 0821.

Barkah Suheryanto
Kalau pada upacara pengibaran bendera pagi hari yang bertindak sebagai Komandan Upacara Kolonel Inf Dedi Kusnadi Thamim, maka yang mendapatkan kehormatan menjadi Komandan Upacara penurunan bendera sore hari adalah Kolonel Laut (P) Drs Barkah Suheryanto, yang sehari-harinya jadi Komandan Satuan Lintas Laut Militer (Dansatlinlamil) Jakarta . Jutaan pasang mata juta tertuju pada sosoknya yang tinggi dan tegap, berdiri di depan ratusan anggota pasukan yang mengikuti upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-62 di Istana Merdeka, hari Jumat (17/8).

Tegar tegap langkahnya, menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Inspektur Upacara. Dengan suara yang lantang dan pasti, Barkah Suheryanto kemudian memberikan laporan kepada inspektur bahwa Upacara Penurunan Sang Saka Merah Putih segera dimulai.

Barkah Suheryanto merasa sangat beruntung ketika diberi tahu bahwa dirinya dipilih menjadi Komandan Upacara untuk Upacara Penurunan Sang Saka Merah Putih. "Tadi pagi (Jumat -red) jam tujuh baru keluar surat perintah yang menunjuk saya jadi komandan untuk upacara sore," kata Barkah. Pada saat itu juga, Barkah langsung menghubungi sang istri, Shinta Winiranti untuk menyampaikan berita gembira tersebut. Seluruh anggota keluarga Barkah datang pada upacara sore hari untuk menyaksikannya menjadi Komandan Upacara. Sang Istri, serta 4 orang anaknya, Fatahillah, Delia, Alia serta Akbar memberikan semangat kepada ayahnya.

Pada saat diberi tahu bahwa dirinyalah yang akan menjadi Komandan Upacara, Barkah mengaku kaget, karena diantara 13 orang yang masuk seleksi akhir, pada akhirnya hanya dirinya dan Dedi Kusnadi Thamim yang dipilih. "Kami bangga diberi kepercayaan untuk melakukan hal besar ini. Oleh karena itu kami berusaha semaksimal mungkin. Kita all out habis-habisan untuk tampil. Alhamdulillah, tugas dapat dilaksanakan dengan lancar" jelasnya dengan nada bahagia.

Kolonel Laut (P) Drs Barkah Suheryanto yang lahir di Jakarta 16 Januari 1962, adalah anak dari Alm. M. Tochir dan Ibu Echa Solechah. Barkah mampu berbicara dalam bahasa Inggris, Jerman dan Perancis. Ia sebelumnya menjabat sebagai Komandan Sekolah Lanjutan Perwira (Danselapa), Pusdiklapa, Kodikal Surabaya. Ia memiliki delapan tanda jasa, antara lain Sl. GOM VII, Sl. Seroja, Sl. Kesetiaan VIII, Sl. Kesetiaan XVI, Sl. Dwidya Sistha, Sl. Dwidya Sistha, Sl. Santi Dharma serta Penghargaan Oki. (osa/nnfmit/win)