Kibar
Kamis, 18 Oktober 2007
Ngarno Ditraktir Makan SBY
Menurut Ngarno, yang juga Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, pukul 12.00 WIB, ia ditelepon Walikota Jakarta Utara Effendi Anas. Sang Walikota mengabarkan bahwa petugas pemadam kebakaran diajak makan bersama Presiden, dan kalau bisa 15 menit sudah tiba di Ancol.” Waktu terima informasi itu, saya sedang mengadakan evaluasi soal kebakaran di Cilincing. Langsung kami berdelapan siap-siap, yah... tentunya dengan perasaan campur aduk serta bertanya-tanya dalam hati, apa benar kita akan ditraktir Presiden,” ujar Ngarno.
“Ternyata betul-betul sebuah kejutan, bukan hanya makan bareng tapi juga semeja dengan SBY dan Ibu Ani. Ini untuk pertama kalinya saya dekat sekali dengan Presiden. Beliau sangat kebapakan, dan sangat menghargai apa yang kami lakukan,” Ngarno bercerita.
Ngarno yang lahir di Purwerejo, Jawa Tengah, tahun 1954 ini sangat kagum atas perhatian Presiden terhadap pegawai biasa seperti dirinya. ”Sebelum makan bersama, SBY sambil berdiri menyampaikan terimah kasih banyak kepada kami yang telah melaksanakan tugas walau masih suasana Lebaran,” ungkap Ngarno yang mengaku dua tahun lagi pensiun.
Sebagai petugas pemadam kebakaran yang sudah bergabung sejak tahun 1973 di Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta, tentu Ngarno telah memiliki pengalaman banyak soal bidangnya. Baginya, beserta kru yang berjumlah 475 orang, tugas utama adalah bekerja dengan penuh tanggung jawab. “Strateginya, kami jaga bergantian. Tiap hari disiapkan 150 hingga 160 petugas yang berjaga satu kali 24 jam. Jadi tetap bekerja pada saat Lebaran bukan hal baru lagi,” katanya penuh semangat.
Jika masyarakat membutuhkan bantuan pemadam kebakaran, lanjut Ngarno, segera telepon (021) 43931063. ”Jangan nantinya kami dihubungi setelah apinya sudah membesar, seperti yang terjadi di Cilincing, sehingga harta benda dan korbannya juga besar,” tandas Ngarno.
Saat ini, menurut Ngarno, armada pemadam kebakaran berjumlah 26 unit, namun yang siap beroperasi sisa 14 unit, selebihnya rusak ringan dan berat. ”Soal peralatan kami maksimalkan, rusak kecil kami langsung tangani,” ujarnya. Bekerja di bagian ini, lanjut Ngarno, tentu ada suka dan duka. Misalnya saat memadamkan api, bermandikan air kotor. "Tapi ini tugas, biar tengah malam kami siap, apalagi kalau sudah mendengar suara sirene semangat kami tambah besar," Ngarno menambahkan.
Untuk itu, saat memberikan keterangan pers usai mengadakan kunjungan mendadak di beberapa tempat di Jakarta, SBY mengucapkan terimah kasih dan penghargaan kepada semua yang bertugas non stop selama dua minggu di lapangan. Mereka telah memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat, dengan meninggalkan keluarga. “Mereka adalah pahlawan. Terima kasih pada mereka. Dan bersyukur pada Tuhan, bahwa dengan tanggung jawab yang mereka lakukan sebagian saudara-saudara kita dapat melaksanakan Lebaran," kata Presiden. (win)



