Kibar
Rabu, 7 November 2007
Laksamana Madya TNI Sumardjono

Sumardjono menerima ucapan selamat usai dilantik menjadi KSAL menggantikan Laksamana Slamet Soubijanto, di Istana Negara, Rabu (7/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Perwira yang menamatkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan XX pada tahun 1974 ini sejak dilantik sebagai Perwira TNI AL, dengan pangkat Letnan Dua, telah mengalami berbagai penugasan yang dijalaninya dengan dedikasi tinggi dan penuh rasa tanggung jawab. Penugasan pertamanya di KRi Todak sebagai Perwira AKS pada tahun 1975, Kepala Departemen Senjata Bahari di KRI Pakanbaru (1977) dan KRI Teluk Ratai (1978). Lalu, Perwira Navigasi pada KRI Multatuli (1980) dan selanjutnya menjabat sebagai Komando KRI Kalakuang (1984) serta Kepala Departemen Operasi KTI Sam Ratulangi (1985).
Pada tahun 1986, Sumardjono menjadi Perwira AKS KRI Ahmad Yani, lalu Komandan KRI Pulau Rengat (1991), Komandan KRI Wiratno (1994), Komandan KRI Slamet Riyadi (1995), kemudian pada tahun 1995 dipercaya sebagai Ajudan Presiden RI. Empat tahun kemudian, Sumardjono menjadi Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat, lantas Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (2000), Panglima Komando Armada Ri Kawasan Barat (2001), Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasal (2002), Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (2004), dan kemudian menjabat sebagai Irjen pada Inspektorat Jenderal dan Perbendaharaan Markas Besar TNI (2005), dan terhitung tanggal 10 April 2007 menjabat sebagai Irjen Departemen Pertahanan RI.
Tanda jasa yang dimilikinya antara lain Bintang Dharma, Bintang Yudha, Dharma Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama dan masih banyak lagi.
Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, Laksamana Madya TNI Sumardjono didampingi seorang istri Sri Rahayu dan telah dikaruniai 3 orang putra dan 1 orang putri. Mereka adalah Giri Seto Rini Kusumawardani, Wisik Budi Nurcahyo, Danang Budi PRasetyo dan Sigit Pramudya. (mit)



