Arsip Kibar

« Desember 2007 »
M S S R K J S
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     

Kibar

Terri Raines Irwin

Presiden SBY menyapa Terri Irwin, usai peluncuran buku "Strategi Konservasi Orangutan" di Hotel Ayodya, Bali, Senin (10/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menyapa Terri Irwin, usai peluncuran buku "Strategi Konservasi Orangutan" di Hotel Ayodya, Bali, Senin (10/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Terri Raines Irwin sering sekali berkunjung ke Bali, baik untuk liburan bersama keluarga atau untuk bekerjasama dengan beberapa LSM melaksanakan program penyelamatan lingkungan. "Saya beruntung sekali bisa sering berkunjung ke Bali. Saya tidak ingat kapan pertama kali datang ke Bali, tapi yang saya ingat saya jatuh cinta dengan pulau ini," kata Terri, janda mendiang Steve Irwin, sang "Crocodile Hunter".

Dulu, Terri bercerita, ketika Steve masih ada, ia sering bersama-sama pergi ke Bali. Awalnya Steve datang ke Pulau Dewata untuk berselacar (surfing). Setelah itu dia jatuh cinta dengan Bali. Sejak saat itu dalam setahun bisa beberapa kali kami berkunjung ke pulau indah itu. Selain jatuh cinta dengan tempat surfing ini, Steve jatuh cinta dengan lingkungan dan hewan di Bali. "Saya ingat Steve bergelantungan bersama dengan orangutan, ciuman dengan komodo, dan banyak lagi pengalaman seru kami bersama margasatwa di Bali," ujar Terr, yang kali ini datang bersama putera-puterinya.

Terri juga mengajak masyarakat dunia untuk melindungi dan melestarikan berbagai satwa agar populasi mereka tidak punah begitu saja, seperti juga populasi Orangutan di Borneo.

Terri Irwin menyampaikan pesan dan kesannya tentang Indonesia dan Bali saat Presiden SBY meresmikan peluncuran buku Strategi Konservasi Orangutan 2007-2017 di Ruang Samudra, Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali, Senin (10/12) siang. Bahkan, seusai acara, Presiden SBY dan Ibu Ani khusus menghampiri Terri untuk menyapanya.

Terri Raines Irwin, lahir di Eugene, Oregon, Amerika Serikat, pada 20 Juli 1964. Sebagai putri ketiga dari keluarga yang bergerak di bidang kontraktor bangunan, Terri sering sekali membantu ayahnya bekerja di lapangan, mengawasi jalannya truk milik perusahaan keluarganya di jalan raya ataupun jalan tol dan lain sebagainya. Seringkali ayahnya membawa pula binatang-binatang liar yang tergeletak di jalan karena terluka, untuk diobati. Hal inilah yang menggerakkan hati Terri untuk belajar lebih banyak serta berusaha untuk menyelamatkan binatang-binatang liar serta merehabilitasi lingkungan.

Pada tahun 1986, ia mendirikan sebuah fasilitas rehabilitasi untuk mengobati binatang-binatang liar yang terluka seperti serigala, rakun, dan beruang. Setelah binatang-binatang tersebut pulih, ia membebaskannya kembali ke hutan. Pusat rehabilitasi yang mampu menangani kurang lebih 300 binatang setiap tahunnya tersebut dinamakannya "Cougar Country".

Pada tahun 1989, Terri akhirnya bergabung dengan Emergency Veteranian Hospital untuk bekerja sebagai teknisi untuk belajar lebih banyak mengenai cara mengobati berbagai macam binatang. Itulah saat-saat tersibuk dalam hidupnya, bekerja membantu perusahaan keluarga ayahnya, merehabilitasi binatang liar di Cougar Country serta bekerja paruh waktu di Veteranian Hospital. Tidak ada waktu untuk berkencan untuknya, kehidupan binatang-binatang selalu didahulukannya.

Terri kemudian ingin memperluas pengetahuannya mengenai cara untuk merehabilitasi lingkungan dan binatang liar. Ia kemudian terbang menuju Beerwah, Queensland, Australia, untuk melihat Australia Zoo. Di sanalah ia bertemu Steve Irwin, sang Crocodile Hunter. Empat bulan kemudian, mereka menikah.

Dengan Steve Irwin, Terri semakin berkomitmen dalam menjaga kelestarian alam dan binatang-binatang liar. Ia dan suaminya kemudian membuat program televisi yang ditayangkan di Animal Planet berjudul The Crocodile Hunter. Mereka juga mengurus dan membesarkan kebun binatang mereka, Australia Zoo.

Pada 4 September 2006, Terri kehilangan orang yang amat dicintainya, Steve Irwin. Steve meninggal saat pengambilan gambar di Batt Reef, Port Douglas, Queensland. Steve meninggal karena dadanya disengat oleh Short Tail Stingray (ikan pari berekor pendek). Namun, usahanya dalam menjaga kelestarian alam dan merehabilitasi binatang-binatang liar tidak berhenti sampai di situ saja. Bersama putrinya Bindi, mereka selalu meneruskan jejak Steve Irwin. (osa/mit)