Arsip Kibar

« Maret 2010 »
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Kibar

Cap Go Meh

Presiden SBY dan Ibu Ani menghadiri Perayaan Cap Go Meh Bersama 2010 di Hall D Arena Pekan Raya Jakata, Kemayoran, Rabu (3/3) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani menghadiri Perayaan Cap Go Meh Bersama 2010 di Hall D Arena Pekan Raya Jakata, Kemayoran, Rabu (3/3) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Ini adalah tahun ke-11 umat Khonghucu Indonesia merayakan Cap Go Meh secara Nasional. Hari raya Cap Go Meh yang jatuh pada tanggal 15 bulan satu tahun Imlek adalah hari raya tradisional Tiongkok yang bersejarah dua ribu tahun lebih. Menurut tradisi rakyat Tiongkok, berakhirnya perayaan Cap Go Meh menandakan selesainya seluruh perayaan Tahun Baru Imlek. Malam Cap Go Meh adalah malam pertama bulan purnama setiap tahun baru. Pada malam itu, rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan memasang lampion berwarna-warni. Oleh karena itu, festival ini juga disebut Hari Raya Lampion.

Cap Go Meh ( Shi Wu Yue ) atau Gwan Siau ( Yuan Xiao ) adalah bulan purnama pertama di Tahun Baru Imlek. Yuan Xiao berarti Bulan Purnama Pertama Yin Li pada tahun yang menjelang atau pada tahun baru yang tiba. Konon pada tahun 180 Sebelum Masehi, pada masa Dinasti Han Barat Kaisar Han Wendi, naik takhta pada tanggal 15 bulan pertama Imlek. Untuk merayakan penobatannya, Kaisar Han Wendi memutuskan menjadikan tanggal 15 bulan pertama sebagai Hari Raya Lampion.

Pada malam tanggal 15 bulan pertama setiap tahun, ia mempunyai kebiasaan keluar istana untuk berjalan-jalan dan merayakan festival itu bersama rakyat. Pada tahun 104 Sebelum Masehi, Festival Cap Go Meh secara resmi dicantumkan sebagai hari raya nasional. Keputusan itu membuat skala Festival Cap Go Meh meningkat. Malam itu, orang-orang bergembira memasang lampion berbagai jenis bentuk dan beraneka warna yang berisikan lilin atau lampu.

Tiap rumah dihiasi bermacam-macam lampion. Bentuk dan model lampion yang ada di setiap rumah sangat beragam tergantung tingkat ekonomi. Orang-orang berduit memasang lampion-lampion besar. Jalan-jalan menjadi indah karena cahaya yang dipancarkan dari lampion. Keindahan semakin bertambah karena cahaya yang dipancarkan bulan purnama. Seluruhnya seolah-olah bermandikan cahaya emas.

Setiap orang berlomba-lomba untuk menciptakan lampion sebagus mungkin. Di jalan-jalan dan di klenteng-klenteng diselenggarakan arak-arakan barongsai dan liong yang datang ke rumah-rumah penduduk untuk menyampaikan berkah. Masyarakat memberikan angpau kepada barongsai sebagai simbol harapan untuk mendapatkan keselamatan dan berkah.

Hari Rabu (3/3) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani bergabung dengan para etnis Tionghoa menghadiri Perayaan Cap Go Meh Bersama 2010 di Hall D Arena Pekan Raya Jakata, Kemayoran. Tema perayaan tahun ini adalah Indonesia Tanah Airku. Acara tersebut sekaligus menjadi penutupan Hari Raya Imlek 2651.

Dalam sambutannya, Presiden SBY mengucapkan rasa terima kasihnya kepada etnis thionghoa. “Terima kasih dan penghargaan saya sekali lagi kepada etnis thionghoa atas segala pengabdian, perjuangan, dan adil di dalam membangun negeri tercinta ini. Selebihnya marilah kita seluruh rakyat Indonesia untuk terus berjuang membangun hari esok yang lebih baik untuk masa depan, anak cucu dan sejarah Indonesia yang gemilang di masa depan,” ujar SBY. (dit)