Kibar
Jumat, 30 April 2010
Kartini Awards 2010

Ibu Ani saat menghadiri Kartini Awards di Nusa Indah Theater, Balai Kartini.
Buah pikir visioner dan perjuangan RA Kartini berbuah nyata, kini perempuan Indonesia bisa menghirup persamaan hak, menduduki sendi-sendi dan sektor kehidupan. Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya Majalah Kartini secara rutin membuat edisi khusus terinspiratif setiap April. Tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan acara ini.
Majalah Kartini yang berdiri pada tahun 1974 sangat menjunjung tinggi perjuangan perempuan Indonesia dalam mengaktualisasi diri. Selain piagam Kartini Awards, ada juga penyerahan piala kepada 8 perempuan terinspiratif yang mewakili 8 kategori yang ada.
Kategori Politik diraih Eni Khairani. Kategori Penemu dan Peneliti diserahkan kepada Vivi Andasari. Untuk kategori Profesi diberikan kepada Nency Go. Kategori Kesehatan untuk bidan Siti Aminah. Kategori Pendidikan diraih Ibu Deni Hidayat. Kategori Lingkungan diserahkan kepada Sri Muniarti Djamaludin. Katergori Sosial diraih Maria Lousia Mariani. Sementara kategori Perempuan dan Anak diberikan kepada bidan Sri Wuryaningsih. Kedelapan nama ini mewakili ke 39 wanita terinspiratif yang dipilih oleh Majalah Kartini.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diumumkan 7 pemenang Lomba Rancang Kebaya 2010. Pemenang pertamanya mendapatkan piala bergilir Ibu Negara yang diserahkan langsung Ibu Ani Yudhoyono. “Selain mendukung program pemerintah dalam melestarikan budaya bangsa, juga memotivasi generasi muda agar mencintai dan menjadikan kebaya mendunia, “ kata Ketua Umum Panitia, Endang Werdiningsih.
“Lebih dari 250 perancang muda mengikuti lomba ini. Pesertanya berasal dari berbagai daerah seperti Bandung, Banten, Jakarta, dan Solo. Mereka rata-rata baru lulus kuliah, bahkan masih ada yang masih kuliah dan belum berpengalaman, tapi karya-karya mereka sangat luar biasa inovatif, inovatif, dan orisinil,” jelas Endang.
Usia peserta Lomba Rancang Kebaya 2010 berkisar antara 17-25 tahun. Hal ini menunjukan bahwa kebaya mendapatkan tempat khusus di hati kaum perempuan muda. Ibu Ani mengharapkan agar keberadaan kebaya bukan hanya menjadi pakaian nasional perempuan Indonesia, tetapi bisa menjadi ikon budaya khas Indonesia. “Kalau kita menggatakan kain kebaya Indonesia seperti kalau orang mengatakan Sari dari India atau Kimono dari Jepang,” ujar Ibu Ani.
Dalam acara tersebut, diserahkan juga penghargaan khusus Citra Perempuan Indonesia kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Gumelar karena selain sukses berkarir, Linda dinilai sukses dalam membina rumah tangga. (dit)



