Kibar
Senin, 26 Juli 2010
Padepokan Mutumanikam Nusantara Indonesia

Ibu Ani didampingi Ibu Herawati Budiono ketika meninjau perkebunan di sekitar Padepokan MMNI, Kamis (22/7). (foto: abror/presidensby.info)
Organisasi yang merupakan perkumpulan para pencinta dan perajin mutumanikam ini diprakarsai Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dan mulai aktif pada Desember 2006. Pendirian perkumpulan ini memiliki tujuan utama untuk menciptakan lapangan kerja bagi perajin dalam rangka membantu program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Melalui perkumpulan ini juga diharapkan dapat meningkatkan devisa melalui pengembangan industri mutumanikam Indonesia, serta meningkatkan pemasarannya baik di pasar domestik maupun internasional.
Pendirian organisasi ini didasari kenyataan bahwa industri perhiasan di tanah air mengalami kelesuan karena turut terimbas oleh krisis ekonomi yang melanda dunia. Melihat hal inilah, timbul ide untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan cermat, dengan cara berusaha lebih giat lagi dalam mengembangkan industri mutumanikam Indonesia dan variasi produknya, sehingga para perajin lepas yang sudah ada sebelumnya tidak beralih profesi menjadi tukang ojek, pemulung, buruh bangunan dan buruh tani.
Program-program MMNI sendiri meliputi pelatihan di bidang teknis produksi dan desain perhiasan bagi perajin, riset, pemasaran di dalam negeri maupun di luar negeri, dan kegiatan penunjang lainnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan perajin perhiasan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang pada akhirnya diharapkan membantu perekonomian nasional.
Selama 3,5 tahun pendiriannya, MMNI selain telah melatih 750 orang dari berbagai daerah di Indonesia, juga telah menggelar sejumlah pameran baik di dalam maupun luar negeri. Untuk dalam negeri, pameran digelar pada pameran tahunan di Semanggi Expo pada 2006, Musium Nasional di tahun 2007, dan Jakarta Convention Centre pada 2008 dan 2009, serta berbagai pameran di Jakarta yang diselenggarakan instansi pemerintah dan lembaga swasta. Sementara untuk luar negeri, pameran sudah digelar di Tokyo, London, Paris, Brussels, Italia, Swiss, New York, Los Angeles, Washington DC, Toronto, Dubai, Hongkong, Kuala Lumpur, Almaty, Madrid, dan Beijing.
Padepokan MMNI yang terletak di Desa Cibatutiga, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini berdiri di atas lahan seluas 1,1 hektar. Terdiri atas bangunan bengkel kerja 600 meter persegi, asrama 200 meter persegi, galeri dan kafe 200 meter persegi. Bengkel kerja dibangun dengan maksud untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para perajin melalui pemberian standar upah yang layak, serta menciptakan lapangan kerja. Dan juga sebagai tempat pelatihan bagi para perajin dan desainer anggota binaan Mutumanikam Nusantara Indonesia, serta untuk mengontrol kualitas material dan hasil produk untuk ekspor dan pasar domestik.
Selain untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru, MMNI juga telah menyusun program kerja tahun 2010 dan 2011, yaitu program bapak/ibu angkat, memaksimalkan fungsi bengkel kerja, dan pengembangan industri pengasahan batu mengingat potensi Indonesia sebagai salah satu sentra batu mulia/semi mulia dengan dukungan sumber daya alam khususnya batu permata.
Untuk program bapak/ibu angkat, diharapkan bapak/ibu angkat dapat mengambil para perajin sebagai binaanya, yang mana perajin dari seluruh Indonesia secara bergantian akan dilatih dan berpraktek kerja di padepokan MMNI. Para perajin yang sudah mendapat pelatihan dan praktek kerja akan kembali ke desanya dan diharapkan bisa mandiri serta menjadi majikan bagi dirinya sendiri. Selanjutnya, para perajin tersebut akan diwadahi dalam koperasi yang akan dibentuk bapak/ibu angkat dan MMNI.
Sementara untuk hasil produksi para perajin, akan menjadi milik bapak/ibu angkat yang bisa digunakan sebagai souvenir perusahaan atau dijual baik di pasar domestik maupun luar negeri.
Untuk memaksimalkan fungsinya, bengkel kerja padepokan MMNI juga terbuka bagi usaha mikro, kecil, dan menengah anggota binaan MMNI yang membutuhkan fasilitas tersebut untuk memberi kesempatan seluas-luasnya bagi anggota dalam upaya mengoptimalkan potensi masing-masing.
Padepokan MMNI ini sendiri baru diresmikan Ibu Ani Bambang Yudhoyono pada 22 Juli 2010. Ketika meninjau tempat itu, Ibu Ani meyakini, dengan hamparan alam yang hijau dari desa Cibatutiga, para perajin akan dapat mengeksploitasi kemampuan dan menemukan inspirasi-inspirasi baru. "Biasanya dengan tempat yang seperti itu orang akan menghasilkan karya seni yang indah pula," kata Ibu Ani.
Dengan adanya para pelatih yang didatangkan dari luar negeri, seperti dari Belgia dan Spanyol, Ibu Ani juga menilai hal ini secara positif dan melihatnya sebagai suatu terobosan baru. ”Dengan menimba ilmu dari para pakar luar negeri, para perajin akan mengetahui teknik pengerjaan yang berkualitas dan desain perhiasan yang disukai masyarakat internasional, sehingga kita bisa memproduksi perhiasan dengan standar dunia," Ibu Ani menambahkan.
Selain sebagai tempat pelatihan bagi para perajin, bekerjasama dengan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) dan Pemda Propinsi Jawa Barat dan Pemkab Bogor, serta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, MMNI juga mengembangkan padepokan ini sebagai area wisata pelajar, masyarakat, dan keluarga. Area wisata ini bertujuan untuk memberdayakan potensi masyarakat sekitar lokasi padepokan MMNI di Desa Cibatutiga. Adapun kegiatan wisata yang tersedia antara lain kegiatan wisata alam, outbound, tracking, api unggun, memancing, melukis, membatik, dan berbagai kegiatan wisata belajar lainnya
"Mudah-mudahan dengan adanya padepokan ini, Desa Cibatutiga bisa menjadi tujuan wisata di Bogor, Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan yang juga turut hadir dalam acara peresmian padepokan MMNI.
Untuk menyempurnakan keberadaannya, MMNI juga telah mendaftarkan logo dan namanya sebagai merek dagang dan jasa pada Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Semoga saja, dengan adanya padepokan MMNI ini, industri mutumanikam di Indonesia bisa berkembang pesat dan memiliki nilai jual tinggi baik di pasar domestik ataupun internasional, sehingga memberi dampak positif terhadap pendapatan negara. (yun)



